183 Views

Mengapa Anak Harus Diberikan Motivasi?

motivasi
Belajar yang menyenangkan serta motivasi dari orangtua dan guru adalah sumber motivasi bagi anak. [img.okezone.com]
Motivasi merupakan salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi aktivitas belajar anak. Proses pembelajaran akan berjalan lancar bila disertai dengan motivasi yang kuat. Tanpa motivasi, hasil belajar yang dicapai tidak maksimal, bahkan dapat berdampak pada penurunan prestasi belajar anak.

Salah satu faktor yang menyebabkan turunnya motivasi anak adalah karena rasa jenuh karena proses belajar yang tidak menyenangkan, anak merasa lelah, mengantuk dan bosan dalam melakukan sesuatu sehingga mereka sulit untuk konsentrasi dalam mengikuti proses pembelajaran. Dalam kondisi ini, anak membutuhkan motivasi dari orangtua atau guru untuk membangkitkan kembali semangat belajarnya.

Oleh karena itu, dalam proses pembelajaran sebaiknya anak diberi rangsangan melalui teknik dan cara pembelajaran yang tepat sehingga mereka merasa senang dan tertarik. Salah satu cara dalam membangkitkan motivasi bagi anak didik yang mulai nampak bosan dan tidak bersemangat dalam belajar adalah dengan menggunakan metode hypnoteaching.

Hypnoteaching yaitu memberikan kata-kata emosional dengan memberikan tekanan-tekanan semangat didalamnya. Kata-kata yang mengandung penguatan positif ini terkesan tidak menggurui si anak, tidak menyulitkan dan memberatkan anak. Justru dapat membantu meningkatkan fokus anak untuk lebih memperhatikan, mendengarkan dan anak bisa turut merasakan kalimat-kalimat yang diucapkan orangtua kepada mereka.

Bagi anak-anak, kata-kata yang diucapkan oleh orang dewasa mempunyai “kekuatan” tersendiri. Sebab secara sadar atau tidak sadar kata-kata tersebut akan terekam dalam memori mereka. Hal ini dikarenakan proses kerja otak anak bagaikan spons, yang memiliki daya serap tinggi terhadap segala sesuatu yang mereka lihat dan dengar. Dengan demikian bila kita terbiasa memberikan kata-kata positif kepada anak, maka tanpa kita sadari hal ini akan berpengaruh terhadap perilaku mereka, sesuai dengan kata-kata yang kita ucapkan.

Dengan demikian, sebaiknya orangtua atau guru harus peka dan aktif dalam memperhatikan anak. Ketika ditemui anak yang mengalami demotivasi, kita harus segera mengambil tindakan yang baik dan tepat agar anak tetap termotivasi dan semangat dalam proses belajar. (Bunda Ranis/Ern)