135 Views

Mengatasi Anak yang Mudah Marah

Marah
Anak yang marah memiliki sebab, jangan balas kemarahan anak dengan kemarahan yang sama

Ayah bunda, apakah anak Anda mudah marah? Saat seperti itu memang menjadi hal yang menjengkelkan bagi kita dan bisa mengikis kesabaran kita sebagai orangtua. Namun, kebanyakan yang terjadi dengan niat menenangkan sang buah hati justru kita dengan sengaja membiarkannya, memarahinya, menghukum, dan bahkan melakukan kekerasan fisik dengan tujuan anak bisa mengendalikan amarahnya.

Kita harus tahu bahwa api tidak bisa padam dengan api, pahamilah bahwa kemarahan yang dilakukan anak memiliki penyebab, terkadang kemampuan anak tidak sekuat keinginannya sehingga mereka mudah marah mulailah dengan memahami perasaan dan kebiasaan anak. Ketahui kesukaan anak akan sesuatu, di saat kita berusaha mengenalkan sesuatu kepada anak, hindari memaksa kehendak terhadap mereka.

Kewajiban orang dewasa adalah menjaga dan menjadi pelindung bagi buah hati kita, cari tahu apa penyebab anak marah dan selesaikan dengan bijak sehingga mereka bisa memahami dengan sendiri kesalahannya dan belajar dari teladan orangtuanya bagaimana cara yang baik untuk mengatasi emosi. Namun jika kemarahan anak kita balas dengan kemarahan, suatu saat anak akan mencontohkan hal yang sama dan menganggap itu adalah kebenaran.

Ayah bunda, terkadang anak kesal atau marah karena hal yang sepele seperti kurangnya kasih sayang atau perhatian dari orangtuanya. Di saat anak tumbuh dewasa dan kesibukannya semakin padat, kedekatan secara fisik dengan orangtua akan semakin berkurang, anak merasa tidak disayangi orangtuanya. Tidak salahnya untuk memberikan anak pelukan untuk menenangkan perasaan mereka.

Selain itu anak marah saat dilarang oleh orangtuanya. Sebenarnya kata-kata ‘JANGAN’, ‘TIDAK BOLEH’, ‘TIDAK’, dan sebagainya membuat anak merasa tidak dipercaya dan dibatasi ruang geraknya. Di saat kita melarang sesuatu maka kita pun harus memberikan alasan yang logis kepada anak mengapa kita melarangnya melakukan sesuatu. Kita wajib menjelaskan resiko yang akan terjadi jika anak tetap memaksa kehendaknya. Jangan pernah melarang anak tanpa alasan yang logis dan dapat dimengerti anak.

Ketika di rumah orangtua adalah guru bagi anak. Anak yang cepat marah bisa terlihat dari kebiasaan dalam keseharian orangtuanya di rumah. Jika kita sering marah-marah dan tidak memiliki kemampuan untuk menahan emosi, maka anak-anak mereka akan terpengaruh oleh kebiasaan tersebut. Ayah bunda sebelum mengendalikan emosi anak berusahalah untuk menahan emosi kita terlebih dahulu dan jangan meluapkan kemarahan kita dihadapan anak secara langsung.

Lantas bagaimana jika anak marah di tempat umum? Nah anak memancing emosi kita dengan mengambek di tempat umum. Kita jangan gugup dan harus tetap tetang dan mesti diingat jangan memarahi anak secara langsung atau memukulnya di depan banyak orang. Ajaklah anak ke tempat yang lebih sepi sampai emosinya mereda barulah kita tanya dan buat kesepakatan atas kemauan anak.

Anak marah biasanya sebagai bentuk protes terhadap orangtua yang tidak bisa memenuhi keinginannya dan menunjukkan dengan cara ngambek, marah, memukul, atau merusak sesuatu. Ayah Bunda, Yuk bangunlah komunikasi yang baik dengan anak dan jangan membuat jarak dengan mereka, anggap anak sebagai sahabat kita. Apabila komunikasi dengan anak sudah bisa terjalin dengan baik maka anak dapat menyampaikan sesuatu tanpa harus marah sebagai bentuk protes. (Ern)