32 Views

Mengenal Alam dan Mandiri melalui Outbound 5 Unit biMBA Surabaya

Mengenal Alam dan Mandiri
Salah Satu Unit Berfoto Bersama

“Tujuan diadakan outbound 5 Unit biMBA Surabaya ini adalah agar anak mengenal alam dan mandiri.” Ujar Aulia Azizah, Koordinator Wilayah Surabaya

Anak mengenal alam dan mandiri adalah misi dari outbound 5 unit biMBA Surabaya yang diadakan di PPLH Seloliman Trawas Mojokerto pada tanggal 18 Februari 2017.  Mengenal alam merupakan hal baru bagi anak-anak biMBA Surabaya, karena setiap hari hanya bertemu dengan hiruk pikuk kehidupan kota Surabaya. Sementara mandiri merupakan hal yang sangat diharapkan orangtua, agar anaknya tumbuh lebih baik dan cerdas. Acara diikuti oleh 441 peserta dengan rincian anak-anak biMBA, pendamping, motivator dan kepala unit.

Peserta menuju lokasi outbound dengan menggunakan armada  8 bis yang diberangkatkan dari 5 unit biMBA Surabaya yaitu biMBA Tropodo, biMBA Pondok Candra, biMBA Rungkut Wonorejo, biMBA Klampis dan biMBA Perak.

Setibanya di lokasi, anak-anak dikelompokkan berdasarkan unitnya. Anak-anak hanya didampingi oleh motivator atau kepala unit beserta pembimbing outbound.  Sementara orangtuanya dikumpulkan di aula untuk mengerjakan hasta karya, sesi parenting dan tanya jawab serta testimoni bersama bunda Ira dan Aulia Azizah, Koordinator Wilayah Surabaya.

Acara outbound dibuka dengan dikumpulkannya setiap kelompok secara bergantian di aula-aula kecil.  Setiap anak diberi lembar mewarnai.  Anak-anak sempat ribut karena tidak membawa crayon atau pensil warna.  Anak-anak semakin bingung saat di hadapannya terdapat beberapa bunga dan daun-daun.

“Adik-adik, kali ini kita mewarnai  dengan menggunakan bunga-bunga dan daun-daun ini. Caranya dengan menggosok-gosokkan bunga dan daun sesuai warna yang diinginkan.  Kalau mau warna hijau, gosokkan daun warna hijau, kalau mau warna merah, ambil bunga warna merah, mudah kan?” ujar kakak pembimbing outboundnya.

Anak-anak pun antusias mewarnai dengan menggunakan media dari alam tersebut.   Ini baru sesi pembuka mengenal alam. Setelah itu anak-anak mengikuti sesi lainnya yaitu sesi titian tali.  Meski tanpa didampingi orangtua, sebagian besar anak berani berjalan meniti tali yang dibentangkan dari satu pohon besar ke pohon besar yang lainnya.

Sesi selanjutnya melewati kolam dengan sebilah tali dan sebilah kayu.  Anak yang memang dasarnya pemberani, langsung mengambil posisi pertama.  Ada rasa ragu saat pertama melangkah, namun kakak pembimbing outbound dan motivator tak henti-hentinya memberi semangat, sehingga mereka pun bisa sampai ke tujuan.  Saat ada temannya tercebur ke kolam, yang lainnya tertawa termasuk yang tercebur. Anak-anak melewati sesi ini dengan gembira.

Sesi lebih seru sudah menanti.  Wow, apakah itu?  Sesi melayang bersama flying fox!  Anak-anak biMBA memang mandiri dan berani.  Meski baju basah karena tercebur kolam, tapi mereka tidak sabar antri untuk flying fox.   Seru adalah kata yang diucapkan anak-anak setelah menyelesaikan sesi flying fox.

Kelar diuji adrenalinnya, anak-anak diajak mengenal alam lagi.  Kali ini anak-anak belajar menanam aneka rempah, seperti kunyit dan jahe.  Setiap arahan dari kakak pembimbing outbound diikuti anak-anak dengan seksama dan riang gembira.

Siapa yang menanam benih, ia akan menuai hasilnya kan?  Nah, setelah menanam, anak-anak diajak untuk memanen apa yang sudah ditanamnya.  Anak-anak yang menanam kunyit akan memanen kunyit. Sedangkan yang menanam jahe akan memanen jahe.  Setelah itu anak-anak dipersilahkan memberikan hasil panennya ke orangtua atau pendamping.

Setelah memberikan hasil panen, anak-anak berkumpul lagi dengan kelompoknya.  Ada sesi apa lagi?  Kakak pembimbing outbound membawa rumput dan membagikannya ke setiap anak.   Anak-anak baru paham saat diajak ke kandang Kambing.  Anak-anak pun memberikan rumput itu ke kambing untuk dimakan.  Pekik gembira terdengar disana-sini.

Sudah selesaikah? Ternyata belum!  Masih ada dua sesi lagi yaitu sesi ayunan dan merayap di sungai.  Di sesi ayunan di sungai, anak-anak berasa gembira sekali, karena ayunan dengan kaki berkecipak di air. Setelah ayunan, mereka maunya berendam di sungai, namun kakak pembimbing outbound mengajaknya merayap di sungai.  Anak-anak berlagak seperti tentara yang merayap saat gerilya.  Mereka melalui kedua sesi  penutup rangkaian outbound ini dengan gembira.  Sebagian besar inginnya berendam di sungai, tetapi orangtua atau pendampingnya sudah siap untuk membersihkan tubuh mereka dan agar dapat segera untuk makan siang bersama.

Tepat pukul 15.00 WIB seluruh rangkaian acara outbound 5 unit biMBA Surabaya pun kelar.  Setiap anak tentu membawa sejuta kesan dari acara ini.  Kesan yang akan terus tertanam sampai mereka dewasa.  Belajar mengenal alam dan mandiri yang akan berdampak baik bagi proses pertumbuhan karakternya.  Sementara hal positif yang diperoleh orangtua adalah rasa lega karena anak-anaknya dapat melewati seluruh acara dengan berani dan mandiri. (Nikk)

Mengenal alam dan mandiri
Mewarnai dengan Pewarna Alam
Berjalan di Titian Tali
Mengenal Alam dan Mandiri
Belajar Menanam
Memberi Makan Kambing
Persiapan Flying Fox
Orangtua Mengerjakan Hasta Karya

Tinggalkan Balasan