24 Views

Mengenal Budaya Sunda di Kampoeng Wisata Cinangneng

c4

Seratus lima puluh anak yang berasal dari tujuh unit biMBA-AIUEO memenuhi lokasi Kampoeng Wisata Cinangneng Bogor. Tujuh unit tersebut antara lain, Meruya Selatan, Bojong, Basmol, Graha Raya, Jombang, Praja dan Kembangan. Jumlah keseluruhan peserta tidak kurang dari tiga ratus dua puluh orang yang tergabung dari murid, motivator, orangtua, dan para undangan yang hadir.

Acara berlangsung pada hari minggu, tanggal 14 Februari 2015. Kira-kira kenapa ya Kampoeng Wisata Cinangneng yang menjadi pilihan? Wah ternyata menurut Ibu Hj. Cucu Mulyati selaku koordinator sekaligus KU Meruya Selatan mengatakan, “Kunjungan ke Kampoeng Wisata Cinangneng memungkinkan untuk mengenalkan budaya Sunda dan juga anak biMBA dapat belajar di ruang terbuka.”

Kak Niken dengan semangat membuka acara dilanjutkan dengan chicken dance, tidak lupa ada pula sambutan dari Pak Andre selaku mitra dan sambutan perwakilan kantor pusat biMBA-AIUEO. Kemudian acara pentas baca dari perwakilan masing-masing unit. Pentas baca dimulai dari tahapan yang mudah, yakni verbal sampai membaca karangan sendiri. Tentu saja anak-anak terlihat antusias, meskipun belum sampai gilirannya tidak sedikit murid biMBA yang ingin tampil. Kak Niken dengan cekatan mengatur penampilan para peserta sampai selesai.

Seusai santap siang bersama acara masih berlanjut, kali ini peserta dapat melihat secara langsung pembuatan makanan dan minuman tradisional seperti bajigur, bandrek dan kue bugis. Ternyata makanan dan minuman tradisional ini cukup menarik perhatian anak-anak biMBA, mereka antusias memperhatikan keterangan para pemandu yang dipanggil dengan istilah Sunda, yaitu Aa panggilan untuk laki-laki dan Teteh panggilan untuk perempuan.

Tidak berhenti disitu, acara masih berlanjut. Anak-anak mulai belajar hal-hal yang tak kalah menarik, mereka belajar musik angklung, gamelan dan menghias topi caping. Wah semangatnya tidak luntur meskipun hujan cukup deras menyelimuti desa Cinangneng kala itu.

Waktu berlalu begitu cepat, beberapa acara dari seluruh rangkaian terpaksa dibatalkan, salah satunya adalah mengunjungi kampung pengrajin. Meskipun begitu murid biMBA tetap mendapat pengalaman baru dengan memandikan kerbau dan menanam padi. Mereka bersuka ria turun ke sawah yang penuh lumpur untuk belajar menanam padi dan memandikan kerbau yang dibimbing oleh para pemandu. Kegiatan apapun yang mengembirakan maka hal ini layak disebut kegiatan bermain. (Wy/Ern)

Pentas Baca Anak di Kampung Wisata Cinangneng
Pentas Baca Anak di Kampoeng Wisata Cinangneng
Keliling Kampung Wisata Cinangneng
Keliling Kampoeng Wisata Cinangneng
Belajar Angklung di Kampung Wisata Cinangneng
Belajar Angklung di Kampoeng Wisata Cinangneng
Menanam Padi
Menanam Padi
Memandikan Kerbau
Memandikan Kerbau di Kampoeng Wisata Cinangneng

Tinggalkan Balasan