111 Views

Mengenal Hari Anak Sedunia

anak3

Apa manfaat mengenal hari anak sedunia?

“Sungguh menyenangkan apabila mengingat masa kecil kita sebagai anak-anak. Curahan kasih sayang dan kelembutan kita dapatkan dari orang tua. Ketika dulu menjadi anak-anak, banyak hal menarik yang ingin kita ketahui. Semuanya menarik, semuanya menyenangkan, semuanya bermain, hingga saatnya kita tumbuh menjadi seorang yang dewasa dengan penuh tanggung jawab…”

Menyenangkan bukan teman-teman? Masa-masa itu memang tidak akan pernah kembali terulang. Tapi kita bisa kembali mengingatnya  dengan adanya Hari Anak Sedunia.  Bukan sekedar mengingatnya tetapi Hari Anak Sedunia ini bertujuan untuk menghormati hak anak-anak. Sudahkah kita penuhi hak-hak anak sebagai orang dewasa?

Hari Anak adalah event yang diselenggarakan pada tanggal yang berbeda-beda di berbagai tempat di seluruh dunia. Hari Anak Internasional diperingati setiap tanggal 1 Juni, dan Hari Anak Universal diperingati setiap tanggal 20 November. Negara lainnya juga merayakan Hari Anak pada tanggal yang lain.

Di Indonesia, Hari Anak Nasional diperingati setiap 23 Juli sesuai dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 1984 tanggal 19 Juli 1984. Berbagai Negara memperingati Hari Anak Sedunia dengan berbagai aksi yang didedikasikan dalam berbagai bentuk, oleh anak dan untuk anak.

Sejak tahun 1954 hingga hari ini, jumlah negara yang menyelenggarakan peringatan hari anak sedunia telah meningkat dari 50 menjadi 150 negara. Melalui peringatan tersebut, masalah dan problem yang dihadapi anak-anak di dunia menjadi bahan perhatian negara-negara, organisasi dan lembaga-lembaga internasional. Melalui peringatan itu juga, berbagai sumber mengajukan laporan data statistik terbaru mengenai keadaan anak-anak, masalah dan kesulitan yang mereka hadapi serta kondisi kesehatan dan kesejahteraan mereka. Sebagian dari data itu menyingkap realita pahit kehidupan jutaan anak di seluruh dunia yang hidup serba berkekurangan. Mereka bergelut dengan krisis makanan, kesehatan, pendidikan dan sebagainya.

Di antara hak-hak asasi manusia adalah hak untuk memperoleh kebebasan, keadilan dan kedamaian di dunia. Dalam hal ini, anak-anak lebih memerlukan perhatian, dukungan dan keamanan di banding kelompok umur yang lain. Masa depan dunia yang lebih baik memerlukan dukungan kesehatan mental dan keamanan anak-anak. Berkenaan dengan ini, Majelis Umum PBB mengesahkan sebuah piagam yang disebutnya sebagai Konvensi Hak Anak-anak Se-Dunia di tahun 1989. Seluruh negara di dunia selain Amerika dan Somalia ikut dalam konvensi tersebut.

Namun yang terjadi saat ini sungguh sangat memprihatinkan, banyak terjadi kasus kekerasan terhadap anak, baik kekerasan verbal, fisik, maupun seksual, belum lagi perdagangan anak-anak yang terjadi diberbagai belahan dunia, sungguh memprihatinkan.
Diluar sana bahkan di Indonesia tersendiri, masih banyak anak-anak yang tidak diperlakukan adil dan tidak mendapatkan haknya sebagai anak. Anak-anak sebagai penerus bangsa dirusak moralnya, dirusak masa depannya. Bukankah anak-anak ini titipan Tuhan yang diamanahkan kepada kita?sudah seharusnya kita tidak berdiam diri.

Di momen ini banyak sekali yang bisa kita lakukan, kita bisa memulai dari keluarga dan anak-anak kita. Kita jadikan anak-anak sebagai pembelajaran keikhlasan, kejujuran, kesabaran, dan sumber pahala bagi kita. Sudah sepatutnya kita didik anak-anak kita dengan penuh kasih sayang, penuhi hak anak, bentuk pribadi mereka menjadi pribadi yang berkarakter, buat anak – anak merasa nyaman dengan lingkungannya. Sudah seharusnya kita pintar, pintar membangun pribadi anak-anak karena anak adalah masa depan kita, masa depan Negara kita.

Marilah kita hadiahkan secercah harapan dan kegembiraan kepada anak-anak di dunia. Dunia anak-anak harus menjadi sebuah dunia yang sehat, penuh keriangan dan semangat, bukan dipenuhi dengan pencemaran dan perang atau gangguan dan kekerasan. (Widya)

“Children are the living messages we send to a time we will not see.”
~ Neil Postman, The Disappearance of Childhood (introduction), 1982