869 Views

9 Cara Meningkatkan Konsentrasi Belajar pada Anak

Konsentrasi Belajar

Sebagian besar orangtua mengeluh karena menghadapi anak yang sulit untuk berkonsentrasi. Ayah bunda sering melihat anaknya kehilangan Minat belajar bahkan ekspresi wajahnya sering melamun di saat seharusnya mereka sedang belajar. Rendahnya perhatian terhadap studi akademik menyebabkan prestasi mereka menurun.

Ironisnya, banyak ditemui pula seorang anak yang tadinya memiliki prestasi baik, tiba-tiba kehilangan Minat dalam belajar. Harapan orangtua agar prestasi mereka semakin meningkat, justru sebaliknya, ternyata anak memiliki permasalahan dalam konsentrasi belajar.

Kesulitan konsentrasi pada anak dapat di indikasikan bahwa perhatian mereka mudah terpecah atau mudah teralih. Anak sulit untuk fokus dalam memperhatikan suatu hal. Sedikit-sedikit, perhatiannya sudah berubah dan itu terjadi pada semua hal. Akan tetapi, Ayah bunda baru dapat menyimpulkan bahwa anaknya mengalami sulit konsentrasi, setelah dibandingkan dengan anak normal umumnya.

Gejala ini sebaiknya disikapi oleh setiap orangtua dengan bijaksana. Ayah bunda hendaknya tidak langsung menyimpulkan bahwa anaknya mengalami gangguan konsentrasi, karena mereka memang sedang berada pada tahap senang untuk menjelajahi dunia mereka dan mengeksplorasi hal-hal baru yang ada di sekitarnya.

Mereka sedang dalam proses belajar untuk berpikir dan menganalisa sebab akibat. Hal ini mungkin tampak biasa di mata orang dewasa, tetapi bagi anak ini merupakan hal yang indah. Hal inilah yang menyebabkan mereka cenderung terganggu dengan hal-hal atau kejadian yang terjadi di sekitar mereka.

Ada banyak hal yang dapat membantu Ayah bunda untuk meningkatkan konsentrasi pada anak, berikut ini 9 cara meningkatkan konsetrasi pada anak, di antaranya yaitu:

1. Waktu Istirahat Cukup

Bila tubuh anak sudah lelah, jangan dipaksakan untuk terus belajar. Biarkan anak beristirahat yang cukup, karena bila dipaksakan pun belajarnya akan menjadi kurang optimal. Misalnya ketika mereka pulang sekolah, biasakan agar anak tidur siang walau hanya 1-2 jam. Selain itu atur waktu tidur malam mereka, jangan sampai terlalu larut. Anak yang tidak tidur baik pada malam harinya, maka akan mempengaruhi konsentrasi anak pada keesokan harinya.

2. Mengontrol Pola Makan Sehat

Pola makan sehat sangat berpengaruh terhadap daya konsentrasi anak. Hindari mengkonsumsi makanan yang mengandung gula terlalu tinggi. Memiliki kadar gula yang tinggi dalam sistem tubuh dapat menyebabkan sistem tubuh mudah terganggu, misalnya mudah mengantuk dan lesu.

Kurangi makanan yang berlemak, perbanyak protein tanpa lemak seperti telur, protein tinggi akan berpengaruh pada fungsi otak dopamin, yakni untuk meningkatkan konsentrasi lebih mudah. Selain itu, sebagai penunjang untuk kecerdasan otak anak, berikan mereka nutrisi yang baik dan seimbang.

3. Olahraga Teratur

Tingkatkan aktivitas fisik anak dengan kegiatan yang menyenangkan bagi mereka, seperti bersepeda dan bermain bola. Ketika anak melakukan aktivitas fisik, darah akan dipompa dan kirim ke otak, sehingga otak anak tidak mudah lesu dan dapat meningkatkan konsentrasi mereka.

4. Batasi Waktu Menonton TV

Segala sesuatu yang berlebihan memang tidak baik. Itulah yang dialami oleh sebagian besar anak zaman sekarang, yaitu senang bermain gadget dan senang menghabiskan waktu di depan televisi. Terlalu banyak main games dan menonton televisi dapat membuat anak pasif dari melakukan kegiatan intelektual dan fisik mereka, seperti membaca, mengerjakan PR, bermain di luar, dan berinteraksi dengan teman-teman serta keluarga.

Bahkan mereka cenderung menjadi anak yang tidak peduli dengan lingkungannya. Sebaiknya Ayah bunda juga jangan meletakkan televisi di kamar. Apalagi anak sampai tertidur dan televisi dibiarkan terus menyala, karena suara dan radiasi televisi akan mempengaruhi kualitas tidur anak. Sehingga dapat berpengaruh pada konsentrasi mereka.

5. Deteksi Kesehatan Anak Sejak Dini

Anak yang mengalami kesulitan konsentrasi sebaiknya diteliti dan diperiksa kesehatannya. Tidak menutup kemungkinan ternyata mereka sedang merasa lapar dan haus tetapi tidak diungkapkan. Terkadang masalah sepele, seperti sariawan juga dapat mengganggu konsentrasi mereka.

Ayah bunda juga harus peka dengan kondisi anak, apakah ada anemia atau masalah dengan kelenjarnya. Masalah pendengaran dan penglihatan juga perlu diwaspadai. Jangan-jangan anak sulit konsentrasi karena ada sesuatu hal di telinganya sehingga mereka membutuhkan alat bantu dengar atau anak sulit untuk melihat tulisan di papan tulis sehingga mereka butuh kacamata.

6. Berikan Kepercayaan pada Anak

Barangkali anak Anda termasuk salah satu anak yang berprestasi di sekolah, tetapi tiba-tiba menjadi menurun prestasinya. Hal ini bisa jadi karena anak bosan dengan materi pelajarannya atau mereka gagal dalam mata pelajaran itu. Sebaiknya, Ayah bunda tetap memberi motivasi pada anak untuk bertahan. Tunjukkan kepadanya bahwa Anda memiliki keyakinan penuh bahwa anak Anda mampu melakukannya.

7. Berikan Pujian dan Penghargaan

Keberhasilan anak dalam melakukan sesuatu, mulai dari hal sekecil apapun sebaiknya diberikan penghargaan. Tidak harus berupa barang, tetapi pujian, ekspresi wajah dan gerakan tubuh Anda akan membantu anak semakin termotivasi untuk melakukan yang lebih baik lagi.

Suatu hal yang berhasil dilakukan anak, mungkin akan tampak biasa apabila dilakukan oleh orang dewasa, tetapi bagi mereka, usahanya tersebut khususnya dalam berkonsentrasi, adalah hal yang sangat bermakna. Misalnya, anak usia sekitar 4-5 tahun jika berhasil menyelesaikan tugasnya, baik itu mewarnai, mengerjakan PMR dan hal lainnya akan sangat senang bila diberi pengakuan oleh ayah bundanya.

8. Komunikasi dua arah

Sama halnya orang dewasa. Salah satu penyebab anak sulit berkonsentrasi karena adanya masalah yang mengganggu pikiran mereka. Hal ini dapat menyumbat konsentrasinya, dan akan cair sampai mereka berhasil untuk mengeluarkan hal yang sedang dipikirkannya tersebut. Buatlah komunikasi dua arah yang baik. Telusuri apa yang mengganjal pikiran mereka. Ayah bunda dapat menjadi pendengar yang baik dan penanya aktif. Misalnya apa yang terjadi hari ini di sekolah.

Komunikasi juga dapat dilakukan dalam hal menggali mimpi anak. Pemahaman kenapa konsentrasi, khususnya dalam belajar dibutuhkan oleh mereka harus disampaikan oleh ayah bunda. Setiap anak harus berani bermimpi dan harus memiliki mimpi. Jika anak ingin menjadi dokter, ingin jadi menteri yang jujur, ingin jadi anggota dewan yang luhur, atau ingin menjadi guru yang memiliki banyak anak didik, maka anak akan fokus untuk menggapai mimpinya itu. Ajak mereka berpacu untuk meraih masa depan yang dicita-citakan.

9. Lingkungan Belajar yang Kondusif

Konsentrasi belajar dapat dipengaruhi oleh situasi dan lingkungan yang kondusif. Buatlah tempat belajar anak yang nyaman dan sesuai dengan tipe belajarnya. Ada anak yang senang belajar dengan diiringi musik tetapi ada juga yang dapat berkonsentrasi bila suasana hening, sunyi, tidak ada gangguan suara apapun.

Posisi tubuh juga mempengaruhi konsentrasi belajar. Sebaiknya jangan dengan posisi yang salah, seperti tiduran, badan membungkuk sambil meletakkan kepala di atas meja atau sambil nonton tv. Belajarlah dengan posisi duduk di meja belajar dan kursi yang membuat anak nyaman untuk belajar.

Nah jadi, kekhawatiran Ayah bunda dengan anak yang sulit konsentrasi bukanlah harga mati yang tidak dapat terselesaikan. Ini dapat ditangani asalkan Ayah bunda mau berusaha dengan berbagai cara. Jangan sia-siakan usia emas mereka. Seperti diungkapkan oleh Ellen Galinsky dalam bukunya “Mind in, Make” bahwa anak yang memiliki konsentrasi baik dan kontrol diri pada usia sekolah lebih penting dalam mencapai keberhasilan akademisnya dibandingkan dengan intelegent quotation (IQ). (Bunda Ranis/Ern)