791 Views

Menjadi Guru yang Menyenangkan untuk Anak Usia Dini

Guru yang menyenangkan

Menjadi guru yang menyenangkan bagi anak didik adalah hal penting, bagaimana bisa anak menerima pelajaran jika anak tidak menyukai gurunya sendiri, yang ada anak jadi tidak berminat untuk belajar dan tidak mau sekolah.

Menjadi guru yang disukai anak didik membutuhkan proses, bukan hal yang mudah bagi setiap pendidik untuk mengajar anak pada usia dini, apalagi anak biasanya lebih menyukai dunia bermain dibandingkan belajar. Tentunya seorang guru harus memiliki metode agar dapat mengambil hati muridnya, dengan itu anak akan menerima setiap pelajaran dari guru dengan baik.

Semua butuh pendekatan yang berbeda-beda, setiap anak memiliki sifat yang berbeda apalagi seorang anak pada usia dini yang karakternya belum terbentuk secara utuh. Tugas orang dewasa, guru, dan orangtua adalah membentuk karakternya menjadi lebih baik, juga memperkenalkan hal yang baik dan buruk karena anak seusia itu cenderung belum memahami perbedaan tersebut.  Lalu apa yang harus dilakukan guru agar anak bisa menyukainya?

Memahami Kepribadian dan Karakter Anak
Seorang guru perlu memahami perkembangan anak didiknya. Anak memiliki karakter yang unik satu sama lain. Untuk memahami karakter anak guru harus melakukan pendekatan internal, dan memulai dengan apa yang disukai anak, berbicara dengan bahasa anak sehingga anak mengerti dan tidak takut berkomunikasi dengan guru.
Jalinlah ikatan yang positif agar anak tetap nyaman, selain melakukan pendekatan dengan murid, guru juga perlu berkomunikasi dengan orangtua murid mengenai hal-hal yang berkaitan dengan anak didiknya, sehingga guru lebih mengenal anak didiknya lebih dalam.

Sabar dan Penuh Kasih Sayang
Anak-anak usia dini memiliki pola belajar yang berbeda dengan sekolah tinggi, diperlukan kesabaran ekstra untuk menghadapinya. Dibutuhkan peran guru yang efektif dalam mengajar dan sesuai dengan kebutuhan anak, guru harus mampu mendampingi mereka, semisal anak bermain-main ketika pelajaran berlangsung, bukan berarti sebagai guru langsung memarahinya, jika hal seperti itu dilakukan maka sudah pasti guru langsung dicap jelek oleh muridnya. Murid menjadi tidak menyukai guru, alhasil tidak mau menerima pelajaran dan tidak mau datang ke sekolah.

Kreatif
Guru yang kreatif kaya akan ide, ia tidak hanya mengajar berdasarkan kurikulum atau materi yang sudah ditetapkan tetapi ia juga mengembangkannya , sehingga proses transfer ilmu tidak dengan cara yang sama dan dapat bervariasi. Guru yang kreatif sudah pasti tidak membosankan untuk anak didiknya dan tidak pernah menyerah dalam belajar sesuatu, guru juga bisa berbagi dengan guru lainnya untuk memperkaya ilmu pengetahuan dan bercerita pengalaman-pengalaman yang berbeda.

Tidaklah mudah mentransfer ilmu dari seorang guru menuju ke anak didiknya. Namun itulah tantangan yang biasanya dihadapi oleh seorang guru. Seorang guru yang kreatif akan selalu mencoba berbagai cara agar anak didiknya mudah memahami materi pelajaran yang diberikan.

Guru yang kreatif harus bisa bekerjasama dengan sesama guru, anak didik, kepala sekolah, dan pihak-pihak yang berada di lingkungan sekolah. Hal ini juga berguna untuk menyatukan misi dan visi diri dengan misi dan visi sekolah dan mengurangi kesalahpahaman dan permasalahan yang mungkin terjadi.

Selalu Tersenyum
Senyum adalah sedekah yang paling mudah, guru yang selalu tersenyum pastinya memberikan energi positif untuk menyenangkan hati muridnya. Jangan sampai menunjukkan mimik wajah yang terlalu serius di depan anak didik. Itulah mengapa guru seharusnya profesional dalam melaksanakan tugasnya, jika ada masalah di dalam keluarga maka tidak seharusnya melibatkan anak didik, mengacuhkannya, tidak menjawab pertanyaan dengan benar, karena anak akan merasa tidak dihargai.

Tidak membanding-bandingkan
Sebaiknya guru tidak membanding-bandingkan anak didik dengan anak didik lainnya, karena itu akan menimbulkan ketidakpercayaan diri anak. Tidak salah jika guru memuji anak apabila anak melakukan hal yang baik atau mengerjakan sebuah karya, hal itu jauh lebih baik daripada membandingkan satu sama lain, hal ini bisa menyebabkan guru disebut pilih kasih. (ern)