40 Views

Menjadi Indonesia Ala biMBA-AIUEO Malang Raya

10632617_693188150767227_3998154191430824618_n

Seperti apakah kemeriahan pentas baca “Menjadi Indonesia” Ala biMBA-AIUEO Malang Raya?

Menyusun format acara anak sering menimbulkan dilema karena menggunakan nilai estetika orang dewasa sebagai ukuran. Pentas dan pemenang kompetisi akan didominasi oleh anak-anak yang pemberani sedangkan anak yang pemalu hanya akan menjadi penonton saja. Bisa kita bayangkan berapa anak yang akan kecewa karenanya?

Hal ini yang mendasari motivator biMBA Malang Raya dalam menyelenggarakan pentas baca “Menjadi Indonesia” pada hari Minggu tanggal 31 Agustus 2014 di Gedung Grapari Telkomsel Malang.  Pentas yang dihadiri sekitar 180 anak ini harus menjadi milik anak, siapapun dia dan bagaimanapun kemampuannya. Poin penting dalam acara ini adalah anak bisa senang dan bebas berekspresi tanpa beban kompetisi merebut hadiah atau imbalan lain, sehingga format acara disusun dengan mengandalkan kemampuan motivator dalam memotivasi semua anak untuk aktif, bukan memerintahkan anak untuk berani.

Panitia mengemas pentas baca menjadi panggung tanpa sekat. Fokus utama berupa banner ditata menyerupai ruang keluarga dengan kursi dan meja. Selebihnya tidak ada panggung yang disediakan. Panggung itu adalah ruang besar tempat semua orang boleh terlibat. Saat lagu “Naik Kereta Api” dinyanyikan, anak-anak membentuk barisan panjang dan melewati orangtua yang duduk di sekitarnya, seakan mereka naik kereta dan meninggalkan orangtuanya di stasiun. Kemudian ada lagu “Bangun Tidur”, “Anak biMBA”, “Pergi Sekolah” yang juga dilakonkan di panggung besar dan mampu melibatkan seluruh peserta tanpa terkecuali!

Kehadiran orangtua siswa, Guru TK dan Bunda PAUD sebagai undangan juga dimanfaatkan untuk mensosialisasikan misi dan visi biMBA. Misalnya untuk orang tua diberi tantangan untuk menyanyikan lagu anak lokal, menyanyi lagu BDGKMPSY, mengeja yang menyenangkan serta mengajak anak bernyanyi bersama. Panitia berkomitmen dengan pihak sponsor untuk tidak melombakan anak-anak, namun memotivasi orangtua untuk ikut memahami metode biMBA dengan cara menyenangkan pula. Bagi orangtua yang mau serta mampu dalam tantangan tersebut diberi doorprize dari sponsor acara.

Sebagai produk jasa pendidikan asli Indonesia maka biMBA Malang mengekspresikan kegiatan ini dengan kemasan yang benar-benar merepresentasikan keluarga Indonesia yang sarat etika dan menghargai budayanya.  Pentas ditutup dengan mengajak semua peserta dewasa dan anak untuk kembali belajar lagu “Serumpun Padi” yang syairnya sarat dengan pesan bagi orangtua dalam mendidik anak.(Demsi Danial/Niken)

10685132_901270946553279_488242742_n

10647598_901271019886605_291334450_n

10668577_901269586553415_1811060925_n