18 Views

Menjadikan Membaca sebagai Aktifitas Favorit Anak

Di Jepang, jika Anda pernah berkunjung ke sana, atau minimal membaca kebiasaan orang-orangnya saat mengantre atau dalam perjalanan di sebuah kereta, Anda pasti tahu satu hal yang menarik. Mereka membaca saat ada waktu luang. Pemandangan yang seperti itu sangat langka kita jumpai di Indonesia. Apalagi sekarang ini hampir semua orang menggunakan smartphone.

Anak Suka Membaca

Perkembangan teknologi dan bermunculannya berbagai merek smartphone yang menawarkan fitur-fitur menggiurkan makin menurunkan Minat baca, terutama pada kaum remaja dan anak-anak. Meskipun sekarang di beberapa negara maju mulai menggalakkan e-book, namun itu belum secara signifikan meningkatkan Minat baca anak di Indonesia.

Kita sebagai orangtua sudah seharusnya mengarahkan anak kita untuk menyukai membaca. Mungkin pada prakteknya tidak akan semudah membaca teori dan cara meningkatkan Minat baca. Namun, apapun perlu dicoba, sebab buku-buku adalah jembatan ilmu bagi kita dan bagi generasi penerus. Alangkah ironisnya jika di era modern ini anak-anak justru terseret arus yang membuat mereka lebih jauh dari buku-buku yang sedang otak mereka butuhkan untuk perkembangannya.

Cara-cara agar anak suka membaca

Perlu kita ketahui bahwa dengan membaca, anak-anak kita mendapat kesempatan untuk mengenal dunia seluas-luasnya. Sebelum masuk SD sekarang ini, anak diharuskan sudah bisa membaca. Ketika anak sudah lancar membaca, akan mudah bagi dia untuk menyerap pelajaran di sekolah sehingga menunjang prestasinya. Ini diperlukan peran aktif guru dan juga orangtua.

Kebiasaan membaca tidak terjadi secara instan. Anak-anak pun memerlukan teladan kita. Jika kita pun tidak menunjukkan ketertarikan pada buku-buku, kecil kemungkinan bagi anak-anak kita untuk menyukai buku.

Beberapa cara berikut ini bisa menumbuhkan Minat baca pada anak sejak dini.

Pertama, sediakan buku bacaan di rumah. Ini bisa dalam bentuk buku cerita bergambar yang penuh warna, yang penting sesuaikan dengan umur anak, jangan sampai anak baru menginjak usia 6 tahun dan Anda memberinya novel setebal Twilight. Ajak anak mengobrol ringan tentang buku yang ia sukai dan biarkan ia memilih sendiiri buku yang ia Minati saat di toko buku. Namun tetaplah ingat bahwa menyesuaikan bacaan sesuai umurnya ia penting untuk membentuk sifat yang positif.

Sempatkan membaca bersama anak dan menguji pemahamannya

Menyempatkan membaca bersama anak kita akan memberinya dukungan untuk makin rajin membaca. Setelah membaca bersama, lanjutkan dengan menguji pemahamannya pada isi buku yang sudah ia baca. Tidak harus dalam bentuk yang membuatnya tidak nyaman seperti pertanyaan-pertanyaan sulit. Cukup dengan mengajaknya ngobrol ringan tentang tokoh-tokoh favorit di dalam cerita atau bagian mana yang paling membuatnya tertarik.

Dari sini akan terlihat apakah ia mampu menyerap yang ia baca atau baru sekadar menikmati warna dan gambar. Dari obrolan ringan dan momen membaca bersama itu lama-lama akan terlihat jenis buku seperti apa yang ia Minati.

Bagi orangtua yang sibuk, mungkin sesi membaca bersama tidak bisa sesering orangtua yang bekerja di rumah. Namun, menyempatkan 15 sampai 20 menit membaca bersama anak memberi dampak positif yang signifikan. Pelan-pelan, ketika ia sudah mulai bosan dengan jenis buku bacaan serupa, naikkah tingkat kesulitan bacaannya.

Ingat selalu bahwa asupan bacaannya haruslah sesuai usia anak. Jangan sampai anak lebih memilih memegang gadget dan berjam-jam menghabiskan waktu bermain games. Orangtua juga perlu mengerti dampak jika tidak memiliki Minat baca agar terus berusaha untuk mendorong anak banyak membaca. (PC/Ern)