425 Views

Menulis Kreatif sambil Bermain untuk Mengembangkan Imajinasi Anak

Kegiatan jurnalistik yang mengembangkan keterampilan menulis dapat di stimulasi sejak dini melalui hal-hal yang sederhana.    Yang terpenting ketika melakukan kegiatan tersebut harus dalam suasana yang menyenangkan, sehingga menulis bukan dianggap sebagai sesuatu yang sulit, serius dan kaku.    Anak dapat dilatih menulis sambil bermain untuk mengembangkan imajinasi mereka.    Tulisan dapat dikembangkan bila anak memiliki banyak pengetahuan.     Salah satu sumber pengetahuan itu didapat dari membaca buku.

Perkembangan dan kemampuan membaca anak dapat didukung dari lingkungan yang kondusif.      Para pendidik baik orang tua maupun guru harus memberikan stimulus ke anak dan dapat menjadi teladan bagi mereka terhadap perilaku aktivitas membaca.  Umumnya anak-anak yang membaca dengan baik berasal dari keluarga yang mendorong anaknya untuk membaca.    Biasanya mereka memiliki banyak buku bacaan, bersedia meluangkan waktu untuk membacakan keras-keras atau mendongengkan anak-anaknya, mendiskusikan ide-ide dan pengalaman mereka, membatasi tontonan televisi dan menikmati keuntungan dalam kemajuan anaknya untuk membaca.

Mendorong anak untuk mengarang atau menulis dapat dilakukan dengan berbagai macam cara yang menarik dan menyenangkan. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut :

Mengarang cerita kocak berdasarkan gambar

Sebagian anak sudah menunjukkan selera humor yang cukup tinggi sejak kecil.    Pancing imajinasi mereka dengan cara bersenang-senang menuangkakan ide kreatifnya melalui gambar-gambar yang menginspirasi, seperti gambar-gambar yang kocak. Dari gambar tersebut, anak dilatih untuk menulis sederhana.     Apapun ide mereka, dituangkan melalui tulisan untuk membuat suatu cerita lucu. Coba,  cerita apa yang bisa dibuat anak saat melihat gambar berikut :

Sumber : http://artikelkesehatananak.com/vitamin-untuk-anak-yang-susah-makan.html

Mengobrak-abrik majalah

Bukalah majalah bersama anak-anak.    Cari dan gunting gambar yang mereka sukai.    Kemudian gambar tersebut ditempel pada karton hingga berbentuk seperti kartu indeks.    Kocoklah kartu tersebut dengan posisi gambar menghadap bawah.    Anak dapat mengambil kartu gambar pada posisi yang paling atas, kemudian menulis cerita dengan gambar yang sudah dipilihnya tersebut.    Kemudian ambil kembali kartu gambar yang lainnya, dan anak dapat melanjutkan tulisan sesuai dengan gambar keduanya, lakukan hal yang sama dengan kartu ketiga dan seterusnya.     Ajak mereka berimajinasi dengan gambar yang sudah dipilihnya tersebut agar berkorelasi sehingga dapat membentuk suatu cerita yang menarik dari kumpulan kartu gambar tersebut.

 Membuat cerita berdasarkan wajah

Berikan anak sebuah gambar wajah yang belum ada mata, bibir, hidung, alis dan ekspresinya.    Biarkan anak melengkapi gambar tersebut sekaligus dengan ekpresi yang disukainya.      Apakah wajah sedih, menangis, senang, tertawa, marah atau wajah sedang berpikir.     Biarkan anak menuangkan imajinasi terhadap gambar tersebut hingga selesai, apakah mau memanipulasi rambutnya menjadi rambut laki-laki atau perempuan, apakah ingin dipakaikan baju atau tidak, apakah gambar tersebut seorang anak kecil atau orang dewasa dan dipersilahkan bila mereka ingin mewarnai gambar tersebut.

Selanjutnya, anak membuat cerita mengenai gambar wajah yang sudah dibuatnya.     Misalnya biodata bagi gambar tersebut, siapa namanya, tempat tinggalnya dimana, anaknya siapa, umurnya berapa, hobinya apa, kapan ulang tahunnya, dimana sekolah atau tempat kerjanya dan lain-lain.   Kemudian ditambah pula tulisannya mengenai kenapa memiliki ekspresi wajah seperti itu, sedang bahagia, sedih atau marah.

Dengan cara ini, anak diajak bersenang-senang, sambil berimajinasi menggambar, mewarnai dan menulis.    Hal ini juga dapat menambah wawasan anak dalam mengenali wajah dan mengidentifikasi jati diri.   Apalagi bila anak dapat mengasosiasikan wajah tersebut dengan wajah keluarga, saudara atau teman-temannya.

Mengembangkan cerita dari buku

Berikanlah sebuah buku cerita kepada anak dan mintalah mereka untuk mengembangkan ceritanya tersebut.    Apakah pengembangan ceritanya adalah suatu cerita baru, cerita kejadian sebelumnya atau sesudah kejadian dari cerita yang dibacanya.    Lanjutan cerita tersebut bisa saja dari sad ending menjadi happy ending atau sebaliknya.    Anak juga dapat menambahkan cerita dari tokoh yang tidak menonjol atau menambah bumbu dari cerita tersebut agar lebih lucu dan menarik.

Menuliskan khayalan  

Ajak anak untuk bermain dengan gambar bola kristal.     Misalnya anak disuruh mengamati dan berkhayal, ada gambar apa yang mereka lihat di dalam bola kristal tersebut.     Bila ia mengatakan bahwa ia melihat putri cantik di bola kristal tersebut, minta Ia membuat cerita tentang putri tersebut di selembar kertas.    Tidak perlu segan untuk memberi bantuan kata-kata atau inspirasi saat anak membuat cerita untuk memperkaya imajinasinya.    Biarkan bahasa anak berkembang dengan sendirinya, tidak perlu ditata dengan susunan kalimat yang baik dan benar.  Yang penting, untuk anak usia dini, mereka berani untuk mengungkapkan ide-idenya dan dituangkan lewat tulisan.

Membuat Surat-suratan

Ajak anak untuk bermain surat-suratan.     Mereka akan senang karena mendapat pengalaman baru yakni menerima surat yang ditujukan langsung untuk mereka.    Misalnya kita membuat surat yang ditujukan untuk anak kita, dan anak-anak juga membuat surat yang ditujukan untuk kita.    Buat dua buah kotak surat kecil dari kotak sepatu.     Caranya dengan membuat lubang di tutup kotak sepatu.    Siapkan gunting, lem dan spidol agar anak dapat mengkreasikan kotak suratnya.

Buatlah tema surat yang mereka sukai, misalnya mengirim surat ke tokoh kartun favorit mereka.    Kita dapat bermain peran menjadi tokoh kartun yang mereka sukai.    Anak dapat bermain peran sebagai tokoh yang kita inginkan.     Pancing anak untuk berkreasi menulis dalam menuangkan ide-idenya mengenai tokoh kartun favorit mereka, hal-hal apa yang ingin mereka ungkapkan tentang tokoh tersebut.     Kemudian, Masukkan surat yang sudah kita buat ke dalam kotak surat anak dan anak memasukkan suratnya ke dalam kotak surat punya kita.    Buka dan bacalah surat dari anak, tunjukkan ekpresi gembira seperti kita sedang menerima sebuah surat yang sedang  kita nantikan.

Kemampuan menulis anak dapat didongkrak dengan cara-cara yang kreatif dan menyenangkan sehingga anak tidak merasa jera apabila harus belajar dengan teori menulis yang membosankan dan monoton.    Tetapi belajar menulis sambil bermain akan membantu menumbuhkan minat anak sejak dini melalui hal-hal sederhana tetapi mengena pada bagian otak kanan anak yang imajinatif.    Jadi sesungguhnya tidak ada anak-anak yang “kurang pandai” untuk menulis, melainkan hanyalah anak-anak yang belum dikembangkan kemampuannya secara optimal.(Bunda Ranis)

Referensi :

Olivia, Femi. Mencetak Anak Brilian dengan Metode Biowriting : Mengasah kepribadian anak lewat kegiatan menulis kreatif dan bereksperimen dengan kekuatan kata-kata. Jakarta : PT. Elex Media Komputindo, Kompas Gramedia. 2012.

Setiabudi, Tessie & Joshua Maruta. Cerdas Mengajar : Dampingi Anak Anda Belajar dengan 13 Kiat Jitu. Jakarta : PT Gramedia Widiasarana Indonesia. 2012