40 Views

Metode dan Konsep biMBA dapat Mengubah Anak Pemalu Menjadi Pemberani

Fathan Membaca

Saat redaksi majalah Sahabat biMBA berkunjung ke biMBA–AlUEO unit Depok Timur di Jalan Kerinci 2, Depok. Tim redaksi bertemu dengan seorang anak yang bernama lengkap Muhammad Fathan Addama, usianya enam tahun empat bulan. Fathan masih sering datang ke biMBA, meskipun sudah lulus dia masih sangat betah di biMBA.

Awal masuk Fathan anak yang sangat pemalu. Dia sering menolak jika disuruh salim ‘berjabat tangan’ dengan orang yang baru ditemuinya. Fathan sering memisahkan diri dari teman-teman ketika bermain, tetapi dia justru lebih asyik bermain dengan modulnya.

“Selama empat bulan kurang lebihnya, saya harus menemani Fathan di dalam kelas dengan pintu tidak boleh ditutup,” tutur Ibu Hermiwati, nenek Fathan. Fathan seperti merasa tidak nyaman jika tidak ditemani oleh neneknya. Menurut Ibu Annisa, bukan tidak mungkin perasaan tidak nyaman yang dialami oleh Fathan karena trauma yang pernah dialami. Sebelum masuk ke biMBA, Fathan pernah mengikuti bimbingan di lembaga pendidikan lain.

Saat awal masuk lembaga tersebut, Fathan langsung diharuskan masuk ke dalam kelas yang ditutup pintunya tanpa didampingi neneknya. Sejak saat itu Fathan tak mau datang dan belajar di lembaga pendidikan tersebut. Bahkan ketika ditawari dan diajak ke lembaga lain termasuk ke biMBA, Fathan tetap tidak mau masuk ke dalam kelas. Barulah setelah diperbolehkan ditemani neneknya Fathan mau masuk ke dalam kelas dan secara bertahap mau belajar di biMBA.

Salah satu trainer di biMBA-AlUEO Unit Depok Timur, Ibu Uswatun Hasanah atau biasa dipangggil Bu Yanah menyampaikan kepada redaksi majalah Sahabat biMBA, bahwa penerapan metode biMBA secara benar akan membuat anak murid merasa nyaman berada di dalam kelas. Perasaan nyaman itulah awal dari tahapan anak murid dapat menerima bimbingan, setelah itu tentu tak akan sulit bagi motivatornya untuk memberi bimbingan pada tahapan berikutnya.

Pendapat Ibu Yanah memang terbukti , setelah empat bulan Fathan menerima bimbingan dari Ibu Annisa, lambat tapi pasti kemajuan pun terlihat. Sesekali Fathan dapat ditinggal di dalam kelas oleh neneknya. Minat belajarnya secara perlahan pun mulai tumbuh. Menurut neneknya, Fathan pernah meraih prestasi sebagai peserta terbaik dalam lomba mewarnai, pentas baca dan mengarang di biMBA, artinya Minat baca dan belajar yang secara perlahan tumbuh di dalam dirinya sudah berdampak kemampuan. Kini, setelah belajar di biMBA selama dua tahun empat bulan Fathan pun lulus level IV dan saat ini telah diterima di SDN 26 Depok. Tetapi rasa nyaman yang dirasakannya membuat betah berada di biMBA, jadi tak aneh jika dia masih sering datang ke biMBA. (Wy)

Sesi Pengambilan Gambar
Sesi Pengambilan Gambar
Berfoto Bersama
Berfoto Bersama