16 Views

Minat Baca Anak, Perlukah?

Malas, sebuah kata yang menjadi populer di kalangan akademisi saat ini.   Kata yang terdiri dari lima huruf ini telah menjadi pusat perhatian pakar-pakar pendidikan yang ada.   Penyebab dan cara menghilangkannya pun dijadikan subjek yang mendapat perhatian khusus.   Inovasi pun banyak dilakukan guna memperbaiki kemalasan yang mendominasi.

Malas juga telah menjadi sesuatu yang kompleks ketika kita terbiasa melakukannya.   Tentunya hal demikian terjadi dikarenakan pola hidup kita sejak kecil.   Pola pendidikan yang salah dianggap sebagai faktor utama penyebab kemalasan.    Mitos bahwa belajar adalah beban, pendidikan yang tidak bertahap, dan cara belajar yang tidak menyenangkan menjadi integral dari pola pendidikan yang tidak tepat.

Penanaman minat baca anak pun menjadi salah satu fokus perbaikan pola pendidikan.   Minat baca sejak dini perlu dilakukan guna menciptakan generasi yang gemar membaca, generasi yang menjadi pembelajar seumur hidup.    Generasi yang mempunyai tingkat kuriositas tinggi, rasa ingin belajar setiap saat, dan selalu inovatif terhadap hal yang diminatinya.

Pertanyaan-pertanyaan pun bermunculan ketika muncul statement   “Mengapa harus sejak dini?”. Penanaman minat baca anak perlu dilakukan sejak dini dikarenakan penyerapan anak pada usia dini berlangsung cepat hingga 80 persen.  Pada usia 0-6 tahun tersebut anak melihat dan menyerap berbagai informasi tanpa memandang baik atau buruk.   Pemerhati pendidikan banyak menganggap hal ini sebagai masa-masa emas anak (golden age).

Tentunya masa golden age ini haruslah mendapatkan pengajaran yang tepat.    Apapun yang anak terima akan menentukan sudut pandang mereka terhadap dunia nantinya.   Jika yang diterima kebanyakan adalah konsep berpikir yang benar, maka anak akan menjadi bibit unggul generasi berikutnya, tapi bila anak menerima konsep berpikir yang salah, justru malah akan menjadi penghancur bangsa.

Masa golden age ini menjadi sesuatu yang penting sebagai penanaman konsep dasar berpikir.   Konsep dasar yang unggul tercipta melalui minat baca anak. Mitos bahwa belajar adalah beban tidak boleh timbul dalam usia golden age ini.   Pengajaran pun harus dilakukan secara bertahap dan menyenangkan.   Pengajaran yang dilakukan melalui metode yang tepat menjadi kunci keberhasilan ‘penyemaian bibit’ ini.

Sangat disesalkan, orang tua maupun lembaga pendidikan yang ada kebanyakan tidak sadar akan pentingnya penanaman minat baca sejak dini. Kebanyakan mereka hanya berpikir kepada hasil nya saja, tanpa proses pengembangan minat bacanya.   Alhasil yang tercipta hanyalah pembelajar yang “terpaksa” melakukan proses belajarnya.   Bukan pembelajar yang menerima pengajarannya dengan semangat belajar yang menyenangkan.(Bima)