433 Views

Minat Baca Tulis Berdasarkan Psikologi Perkembangan Anak

Sumber : http://www.clipartpanda.com/clipart_images/independent-reading-and-10165112
Sumber : http://www.clipartpanda.com/clipart_images/independent-reading-and-10165112

Mengenal kondisi psikologis perkembangan anak menjadi sesuatu yang harus dipahami oleh para pendidik, baik orang tua dan guru dalam mempengaruhi kemampuan baca tulis anak.   Yang harus diingat adalah bahwa kemampuan anak yang satu dibandingkan dengan anak yang lain tidak akan sama.    Misalnya kemampuan koordinasi motorik visual.     Kematangan koordinasi motorik visual setiap anak berbeda-beda tergantung kematangan fungsi organ, kematangan daya konsentrasi dan kematangan emosi.     Oleh sebab itu biarkan kematangan ini berjalan alami agar menghindari anak jadi jenuh dan frustasi karena dipaksakan.

Pada umumnya daya pikir anak belum mampu dan tertarik untuk belajar, sehingga cara yang biasa mereka lakukan adalah dengan bermain sambil belajar.    Ketika anak sudah tertarik, maka akan mudah baginya untuk mempelajari baca dan tulis.     Membuat proses pembelajaran baca dan tulis agar menarik bagi anak adalah tugas kita sebagai pendidik.    Yang perlu diingat bahwa kita perlu membangun karakter gemar membaca bagi anak, bukan hanya kemampuan membaca di usia dini, sehingga dapat melahirkan generasi pembelajar mandiri sepanjang hayat.    Maksudnya bahwa anak memiliki motivasi intrinsik untuk melakukan kegiatan belajar atas keinginannya sendiri, bukan karena paksaan.     Anak mampu untuk belajar dimanapun dan kapan pun sehingga setiap anak akan merasa bahagia bukan terbebani.     Jadi bagaimana membuat anak bisa menyukai buku dan gemar membaca adalah pilihan bijak bagi para pendidik, bukan hanya semata mengajarkan mereka bagaimana bisa membaca.

Menumbuhkan minat baca anak

Menumbuhkan minat baca pada anak usia dini dapat dimulai dengan memperkenalkan huruf dan kata melalui buku cerita yang sering dibacakan atau melakukan permainan yang terdapat unsur bacaannya.   Hal itu disebabkan anak usia dini lebih mudah menyerap hal-hal yang bersifat permainan.    Dalam membacakan buku sebaiknya dengan suara yang terdengar oleh anak (read a loud).    Aktivitas ini bila dilakukan secara terus menerus maka anak akan mengalami “magic reading”, yaitu anak akan tiba-tiba bisa membaca tanpa diajari membaca secara formal.

Dengan sering membacakan buku kepada anak, dapat meningkatkan listening level  mereka dan anak akan tumbuh menjadi orang yang terbiasa mendengarkan dengan baik bukan hanya sekedar mendengar saja.  Anak akan mendengarkan apa yang disebut dan melihat apa yang ditunjukkan.   Sehingga koneksi otaknya terbangun.  Hal ini akan mendukung perkembangan otak anak dengan baik.   Ketika anak mendengar apa yang dibacakan, dia akan mampu mengucapkan, ketika dia mampu mengucapkan maka dia akan mampu membacanya dan pada akhirnya anak itu akan mampu menuliskannya.

Menurut Soeseno Bachtiar seperti dikutip dalam bukunya yang berjudul “Buku Pintar Memahami Psikologi Anak Didik : Panduan Sukses Menjadi Guru Teladan dan Profesional” bahwa ada 7  hal yang harus diketahui oleh para pendidik untuk menumbuhkan minat baca anak yaitu :

  1. Memberikan stimulus kearah minat baca jauh lebih baik daripada langsung mengajari mereka baca tulis.    Ingat dunia anak-anak adalah dunia bermain, yang pantas kita berikan kepada mereka adalah sebuah permainan walaupun didalamnya ada unsur edukasi baca tulis.
  2. Untuk membangun minat baca anak, orang tua memiliki andil besar untuk memberikan contoh.    Anak biasanya akan mencontoh perilaku orang terdekatnya, salah satunya orangtua.   Tumbuhkan minat mereka dengan memberikan buku-buku bacaan yang disertai gambar-gambar dan warna-warna yang menarik, sesuai dengan minat dan usianya.   Misalnya jika anak senang dengan robot-robotan, maka anak akan cepat merespon ketika diberikan buku yang bercerita dan bergambar tentang robot-robotan. Yang lebih penting lagi,  pilih buku yang lebih banyak gambarnya daripada hanya tulisan saja.
  3. Sebelum diajarkan menulis, anak harus dilatih kemampuan motorik halusnya terlebih dahulu.   Misalnya meronce, puzzle, lego, melipat, mengelem, menggunting, mewarnai, membuat berbagai bentuk dengan bahan clay, dan lain-lain. Setelah itu jika motorik halusnya sudah bagus, ajari bagaimana memegang pensil dengan benar baru ajari mereka menulis.
  4. Jika anak sudah menunjukkan minat untuk membaca dan menulis maka berikanlah bantuan padanya.
  5. Orang tua tidak perlu menjadi stres jika anak belum bisa membaca dan menulis.   Nanti kalau sudah tiba waktunya ia akan cepat membaca dan menulis.    Pada usia 6 tahun pada umumnya anak sudah bisa baca tulis.
  6. Jangan memberikan label ‘bodoh’ atau label negatif lainnya pada anak karena akan membentuk konsep diri yang negatif dan anak menjadi tidak percaya diri.    Lihatlah kelebihan yang dimiliki anak karena setiap anak pasti memiliki kelebihan.
  7. Pilih sekolah yang sesuai dengan kemampuan si anak.   Jangan memaksakan anak untuk masuk di sekolah favorit yang dianggap terbaik untuknya, padahal belum tentu sekolah tersebut adalah yang terbaik untuk anak bila tidak sesuai dengan kondisi anak.

Tahap-tahap perkembangan baca tulis

Kemampuan membaca pada anak berkembang dalam beberapa tahap. Menurut Cochrane Efal (Dhieni, 2009:13) membagi tahap-tahap perkembangan dasar kemampuan membaca anak pada usia 4 – 6 tahun berlangsung dalam lima tahap, yaitu:

  1. Fantasi (Magical strage)
  2. Pembentukan konsep diri (Self concept strange)
  3. Membaca gemar (Brigging reading strange)
  4. Pengenalan bacaan (Sake-off reader strange)
  5. Membaca lancar (Independent reader strange)

Sehubungan dengan tahap perkembangan kemampuan membaca anak tersebut, maka perlu diketahui dan dipahami cara untuk menstimulasi potensi anak sesuai dengan tahap-tahap perkembangannya agar potensi yang dimiliki anak dapat dikembangkan secara optimal.    Dengan demikian, lingkungan belajar anak memegang peranan yang penting.   Lingkungan belajar yang ada harus menciptakan kegiatan-kegiatan yang mampu mengembangkan potensi pada diri anak.

Lingkungan belajar yang menyenangkan dan dapat mengembangkan potensi anak untuk baca dan belajar adalah di biMBA-AIUEO, yakni sebuah lembaga pendidikan anak usia dini non formal dibawah naungan Yayasan Pengembangan Anak Indonesia.   biMBA bukan tempat les atau kursus membaca karena di biMBA yang ditumbuhkan adalah minat atau keinginan anak untuk baca dan belajar, jadi bukan karena paksaan orang tua ataupun guru, melainkan karena anak ingin dan senang melakukannya.

Proses pembelajaran di biMBA dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan dan perkembangan anak (small step system) sehingga anak akan mudah memahami materi belajar.    biMBA telah menyusun kurikulum secara bertahap, menggunakan modul yang berisi potongan tema kecil yang berkesinambungan dan sistem pengajaran berdasar multiple intelegensi.   Setiap tahap mempunyai tujuan masing-masing dan tujuan itu harus terpenuhi sebagai syarat untuk melanjutkan ke tahap selanjutnya yang lebih tinggi.

Metode Small step system tersebut tidak dapat dilakukan secara klasikal tetapi harus individual system, yaitu proses belajar yang berpusat pada anak sebagai subjek belajar, sedangkan guru berperan sebagai motivator dan fasilitator.    Metode individual system ini dilakukan  pada saat yang sama setiap anak mendapatkan materi yang berbeda sesuai kemampuan dan kemauan anak.   Sedangkan klasikal system semua anak pada saat yang sama mendapatkan materi yang sama.   Dengan demikian akan berdampak pada tumbuhnya minat anak untuk baca dan belajar serta meningkatkan kemampuan mereka secara luar biasa.(Bunda Ranis)

 

Referensi :

Bachtiar, Soeseno. Buku Pintar Memahami Psikologi Anak Didik : Panduan Sukses Menjadi Guru Teladan & Profesional. Jogjakarta : Pinang Merah. 2012

http://ebookbrowse.com/teori-piaget-psikologi-perkembangan-minat-baca-anak-pdf-d414571248

http://id.wikipedia.org/wiki/Jean_Piaget

http://m.oktomagazine.com/oktofamily/education/3166/anak.berhak.untuk.menikmati.masa.belajarnya

http://m.oktomagazine.com/oktofamily/education/3002/masih.seputar.membaca

http://riniraihan.wordpress.com/2012/04/18/pengembangan-membaca-anak-usia-dini-dengan-media-flash-card/

http://www.bimba-aiueo.com/

Bimbingan Minat Belajar dan Minat Baca Anak Usia Dini Indonesia is Stephen Fry proof thanks to caching by WP Super Cache