12 Views

Murid biMBA Keturunan British England

_MG_8098

Membimbing anak yang memiliki bahasa berbeda tidaklah mudah,karena akan sering mengalami mis-komunikasi antara murid dan guru. Seperti yang dialami biMBA Unit Swadaya Pabuaran saat mendapatkan murid dari keturunan kewarganegaraan asing. Arthur Jhonson, murid biMBA keturunan British, England.

Sejak usia Arthur 2 tahun 8 bulan, Ibu Ana selaku orangtua mendaftarkan Arthur ke biMBA-AIUEO di Unit Swadaya Pabuaran dengan alasan agar anaknya memiliki kegiatan dan bisa berkomunikasi dalam bahasa Indonesia karena Arthur sehari-hari memakai bahasa Inggris.

Selain tidak bisa berbahasa Indonesia, Arthur juga ternasuk anak yang aktif dan tidak kondusif sehingga penanganannya lebih sulit. Menurut penuturan ibu Nova motivator yang membimbing Arthur, “Awalnya Arthur itu anaknya aktif, baru datang udah lempar meja lempar tas. Saya sempat stres juga apalagi dia belum bisa bahasa Indonesia, jadi saling memahami saja, saya ajarkan pelan-pelan bahasa indonesia melalui lagu biMBA, sekarang Arthur sudah ada di level 2.”

Memang menjadi tantangan tersendiri saat harus mendidik anak yang berbeda bahasa, tetapi hal itu terjawab sudah saat Arthur kini sudah bisa berbicara dalam bahasa Indonesia, ia juga menjadi anak yang jauh lebih kondusif dan lebih mudah diarahkan.

Hal yang mendasari mengapa biMBA menerima murid dari kebangsaan lain adalah pengalaman baru, tantangan baru, dan keyakinan. Seperti yang dipaparkan oleh Ibu Nur selaku KU biMBA Swadaya Pabuaran mengatakan, “Disini saya dan motivator yakin saja kalau kita bisa mengajar murid yang berbeda dari yang lainnya lewat metode biMBA, apabila ada kesulitan kita bisa mencari solusinya bersama.”

Wah luar biasa, ternyata metode biMBA juga dapat digunakan oleh anak dari kebangsaan lain dan sudah terbukti hasilnya. Kuncinya tetap semangat dan terus belajar. (ern)

_MG_8084
Arthur Jhonson, murid biMBA keturunan British, England dan Ibunda
_MG_8123(1)
Motivator dan KU biMBA Swadaya Pabuaran

Bimbingan Minat Belajar dan Minat Baca Anak Usia Dini Indonesia is Stephen Fry proof thanks to caching by WP Super Cache