26 Views

Pentas Baca biMBA Pandeyan Yogyakarta

pandeyan4

Acara Pentas Baca biMBA Pandeyan Yogyakarta berjalan seru dan meriah. Puluhan anak berebut naik ke atas panggung untuk unjuk kemampuannya membaca kata maupun kalimat, meskipun bukan gilirannya untuk tampil. Sehingga panitia pun kewalahan menghadapi antusiasme murid-murid biMBA tersebut.

Itulah suasana serunya Pentas Baca yang berlangsung di halaman biMBA-AIUEO Unit Pandeyan, Jalan Mpu Gandring 22B Pandeyan, Umbulharjo, Yogyakarta pada Sabtu 25 April 2015. Tak kurang dari 55 murid biMBA-AIUEO Pandeyan yang didampingi orangtuanya masing-masing mengikuti acara tersebut. Para orangtua yang menyaksikan acara tersebut juga tampak senang.

“Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa anak senang belajar di manapun dan kapan pun. Tentu setelah minat baca dan belajarnya berhasil ditumbuhkan” ungkap Kepala biMBA-AIUEO Unit Pandeyan, bunda Made Eswarini.

Pentas Baca merupakan kegiatan khas biMBA-AIUEO yang bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk menunjukkan kemampuannya membaca, sebagai efek dari minat baca dan belajar yang tumbuh setelah mengikuti bimbingan di biMBA-AIUEO. Murid-murid biMBA-AIUEO Pandeyan juga tampil menarik karena mereka mengenakan pakaian tradisional dan baju profesi seperti polisi, pilot dan kostum wayang orang.

Kegiatan yang digelar sekaligus untuk memperingati Hari Kartini tersebut juga diselingi dengan testimoni orangtua murid. Galuh, ibunda dari Garetha Anjayu Nasiti (6 tahun) mengakui puterinya mengalami perkembangan yang bagus setelah mengikuti bimbingan di biMBA-AIUEO Pandeyan. Dikatakan bunda Galuh, awalnya Garetha yang akrab dipanggil Tata itu mengalami keterlambatan bicara.

“Tapi setelah di biMBA perkembangannya bagus. Makanya Tata tidak saya masukkan ke TK, tetapi fokus di biMBA selama 2 tahun dan akan langsung saya masukkan ke sekolah dasar dengan ijazah dari biMBA,” papar bunda Galuh. (Aks)

Pentas Baca
Pentas Baca
Testimoni Orangtua
Testimoni Orangtua

Bimbingan Minat Belajar dan Minat Baca Anak Usia Dini Indonesia is Stephen Fry proof thanks to caching by WP Super Cache