28 Views

Penyebab Minat Baca Anak Rendah

minat baca

Salah satu dari sekian banyak penyebab Minat baca yang rendah adalah karena kurang seriusnya pemerintah dalam meningkatkan Minat membaca pada masyarakat. Hal ini disebabkan karena rendahnya budaya membaca yang sudah semakin parah. Gerakan membaca pun tidak boleh dilakukan setengah-setengah, karena untuk menciptakan perubahan dibutuhkan waktu yang tidak sebentar bahkan bisa sampai bertahun-tahun lamanya.

Peningkatan jumlah produksi buku adalah salah satu usaha yang bisa dilakukan untuk meningkatkan Minat membaca di masyarakat. Hal ini disebabkan karena jumlah produksi judul buku yang rendah yaitu hanya 7.000-8.000 buku setiap tahunnya.

Jumlah ini bahkan lebih rendah dari Malaysia yang sanggup menerbitkan 10.000 judul buku per tahunnya. Jumlah buku di Malaysia juga tidak terlalu bagus jika dibandingkan lagi dengan Jepang yang sudah menerbitkan 44.000 buku setiap tahunnya, Inggris dengan jumlah buku 61.000, dan Amerika Serikat dengan jumlah buku 100 ribu judul setiap tahunnya.

Merujuk pada perbandingan jumlah buku di negara lain, khususnya di negara maju, bisa disimpulkan bahwa jumlah buku yang ada saat ini belum bisa melayani kebutuhan membaca bagi rakyat Indonesia agar gemar membaca. Kalau digambarkan, satu buku yang diterbitkan bisa dibaca oleh tujuh orang Indonesia.

Maka dari itu Ayah bunda, jadilah bagian dari perubahan untuk terus meningkatkan Minat baca anak-anak kita dengan metode yang tepat. Janganlah menyalahkan anak saat mereka tidak suka membaca sebelum kita mengetahui penyebabnya. Membaca adalah sebuah budaya yang harus diterapkan secara bertahap dan berlangsung terus menerus. Tradisi intelektual ini tidak bisa dibuat secara instan.

Membaca harus menjadi budaya sehingga orang akan menjadikan budaya sebagai kebutuhan. Anak-anak merupakan anggota bagian dari keluarga. Maka dari itu agar mereka memiliki budaya baca yang baik, kita harus memberikan sentuhan budaya baca yang baik kepada mereka.

Berikut ini beberapa penyebab Minat baca anak rendah, diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Tidak memberikan contoh budaya baca yang baik kepada anak.
  2. Proses belajar atau membaca tidak menyenangkan, sehingga anak justru menjadi benci belajar.
  3. Orang dewasa yang selalu memaksakan anaknya belajar.
  4. Orangtua tidak mendukung Minat anak, tidak mengerti keinginan anak dan tidak tahu bagaimana cara pendekatan kepada anak.
  5. Kita kurang kreatif mencarikan bahan bacaan yang diminati anak. Jika anak tidak suka buku A jangan dipaksakan, biarkan ia mencari buku B yang ia sukai.

Membaca seringkali dimaknai hanya sebatas kebutuhan pendidikan formal, padahal membaca buku-buku non formal juga baik untuk pendidikan emosi dan moral anak, hanya orangtua perlu memilihkan bacaan yang sehat. Jika anak tidak mau membaca buku pelajaran dan lebih suka membaca buku cerita, jangan dimarahi, carikan saja buku cerita yang mendidik. (Ern)

Bimbingan Minat Belajar dan Minat Baca Anak Usia Dini Indonesia is Stephen Fry proof thanks to caching by WP Super Cache