525 Views

Penyebab Rendahnya Minat Baca di Lingkungan Sekolah

Apakah kita mengetahui bahwa budaya membaca di negara kita masih kalah jauh bila dibandingkan dengan negara lain, bahkan untuk kawasan Asia sendiri. Lebih memprihatinkan lagi adalah tentang Minat baca di lingkungan pendidikan atau sekolah yang seharusnya bisa lebih tinggi daripada kalangan masyarakat umum tetapi pada kenyataannya tak jauh berbeda.

MINAT BACA

Salah satu penyebab dari terciptanya kondisi ini adalah karena budaya membaca belum terlalu kental di kalangan masyarakat Indonesia termasuk di lingkungan pendidikan. Tidak adil rasanya bila Minat baca ini hanya menyoroti para siswanya saja karena indikator kebiasaan membaca warga sekolah juga terkait dengan budaya membaca komponen sekolah lainnya mulai dari kepala sekolah, pengajar, dan pengawai sekolah.

Rendahnya kebiasaan membaca di sekolah bisa dengan mudah dilihat dari daftar kunjungan warga sekolah ke perpustakaan sekolah. Beberapa sekolah, terutama sekolah yang terletak di daerah-daerah terpencil rata-rata warga sekolah yang berkunjung ke perpustakaan sangat kecil.

Ada beberapa hal yang diduga menjadi penyebab tentang kurangnya Minat warga sekolah untuk mengunjungi perpustakaan dan membaca buku, yaitu:

1.     Kurangnya motivasi dari guru

Pendidik kurang memberikan motivasi atau dorongan untuk membaca kepada para siswanya. Hal ini sesungguhnya bisa dilaksanakan dengan menghubungkan  proses pembelajaran atau pemberian penilaian dengan aktifitas membaca. Pada awalnya peserta didik mungkin akan merasa berat atau terpaksa demi memperoleh nilai, tetapi jika telah menemukan keasyikan dalam membaca maka lambat laun hal ini bisa menjadi kebiasaan.

Guru turut berkontribusi terhadap visi menumbuhkan Minat baca serta menggalakkan budaya membaca, agar misi menumbuhkan budaya membaca bisa segara mencapai hasil yang memuaskan. Para pendidik dan warga sekolah lainnya juga harus berpartisipasi, ini bisa dilakukan dengan koordinasi yang baik antar guru dengan membuat program membaca buku. Melihat teladan secara langsung dari guru-gurunya maka siswa akan semakin termotivasi untuk rajin membaca buku.

2.     Perpustakaan sekolah kurang menarik

Rendahnya Minat warga sekolah untuk mengunjungi perpustakaan adalah karena kondisi perpustakaan yang kurang menarik sehingga membuat siswa kurang nyaman. Hal ini mungkin juga karena koleksi buku-buku perpustakaan yang kurang memadai atau pihak sekolah kurang terampil dalam mengelola perpustakaan.

Pada umumnya disebabkan tidak tersedianya tenaga pustakawan dengan latar belakang pendidikan jurusan perpustakaan, tetapi dikelola oleh guru tertentu yang diperbantukan di perpustakaan. Pada umumnya ini terjadi karena guru yang bersangkutan tak mempunyai jumlah jam mengajar yang mencukupi.

3. Orang tua dan keluarga

Penyebab terakhir dari rendahnya Minat baca di lingkungan sekolah adalah pengaruh kebiasaan dalam keluarga yang memang tak menganggap aktifitas membaca sebagai salah satu kebutuhan yang mendesak. Tingkat pendidikan rendah pada orang tua serta budaya membaca yang juga rendah tentu akan membuat putra-putri mereka tak terbiasa membaca.

Inilah beberapa hal tentang rendahnya Minat baca di lingkungan sekolah yang perlu Anda ketahui. Menumbuhkan budaya membaca memang membutuhkan waktu dan proses yang cukup panjang sebagaimana yang dulu juga dilalui oleh negara-negara maju dengan kebiasaan membaca yang telah mengakar. Semoga bisa menambah wawasan Anda. (PK/Ern)