156 Views

Penyebab Rendahnya Minat Baca Masyarakat Indonesia

Anda mungkin sudah sering mendengar bahwa Minat baca pada masyarakat di tanah air tergolong rendah bahkan bila dibandingkan dengan negara-negara di Asia lainnya. Hal ini tentu memprihatinkan mengingat penerbitan buku, koran, dan majalah terus mengalami peningkatan yang signifikan beberapa tahun belakangan ini walaupun jumlahnya belum sebanyak buku-buku yang diterbitkan di luar negeri pertahunnya.

minat baca

Banyak membaca tentu akan meningkatkan sumber daya manusia suatu negara sehingga negara yang bersangkutan akan mempunyai banyak penduduk yang cerdas dan memiliki wawasan luas. Bila sudah demikian untuk meraih kemajuan bangsa tentu bukan merupakan sesuatu yang mustahil. Nah, inilah beberapa penyebab yang membuat Minat baca di masyarakat rendah.

1. Sistem pendidikan

Sangat disayangkan bahwa sistem pengajaran yang berlaku saat ini belum banyak memuat kewajiban pelajar atau mahasiswa untuk banyak membaca buku untuk mencari informasi atau materi lain diluar dari apa yang hanya dipelajari di dalam kelas dengan kuantitas yang terbatas. Apalagi jika guru belum bisa menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.

2. Hiburan

Satu hal yang juga menyurutkan Minat baca pada masyarakat adalah tersedianya beragam jenis hiburan yang mengalihkan perhatian mereka dari membaca buku. Jenis-jenis hiburan tersebut adalah bermain game online, menonton televisi, menonton film, beraktifitas di sosial media, dan lain sebagainya. Selain itu saat ini sudah banyak terdapat pula tempat hiburan yang bisa dipilih sesuai selera untuk menghabiskan waktu luang seperti tempat karaoke, taman hiburan, mal, dan sebagainya.

3. Budaya

Nenek moyang kita memang tak mewariskan budaya membaca tetapi bercerita. Oleh karena itu sejak dahulu kita lebih terbiasa untuk mendapatkan pengetahuan tentang kearifan lokal melalui cerita atau verbal seperti adat-istiadat, dongeng, legenda, sopan santun, dan lain-lain. Inilah sebabnya para orangtua selayaknya menumbuhkan Minat baca sedini mungkin kepada buah hatinya.

4. Orangtua

Beberapa orangtua mungkin tak menanamkan kebiasaan membaca sejak dini kepada buah hati mereka, bisa jadi karena belum menganggap itu sebagai hal yang penting. Selain itu orang tua mungkin kurang mempunyai waktu untuk mendampingi putra-putri mereka karena dalam keseharian disibukkan dengan kegiatan mencari nafkah yang harus dilakukan oleh ayah dan ibu.

5. Sarana

Satu hal lagi yang mempengaruhi minimnya Minat baca di masyarakat kita adalah kurangnya sarana untuk memperoleh bacaan bermutu walaupun tentu hal tersebut tak terjadi di seluruh wilayah Indonesia. Salah satu usaha dari pemerintah untuk menggalakkan kebiasaan gemar membaca adalah dengan menyediakan perpustakaan keliling.

6. Malas

Masih banyak orang yang menganggap bahwa membaca bukanlah merupakan kebutuhan utama yang harus dilakukan. Padahal membaca sangat penting untuk menambah wawasan kita dan membuka pikiran sehingga kita mempunyai pandangan yang lebih luas dalam memecahkan berbagai permasalahan.

Demikianlah beberapa hal yang berdampak kepada minimnya Minat baca di kalangan masyarakat Indonesia. Tetapi tentu catatan data ini tak boleh membuat kita minder dan putus asa bila dibandingkan dengan masyarakat di negara lain. Untuk itu kita bisa membuat generasi baru mempunyai Minat yang lebih besar terhadap buku. Para orangtua bisa mulai menanamkan kebiasaan membaca sejak buah hati sejak masih kecil agar kelak mereka menjadikan membaca bukan lagi sebagai kegiatan mengisi waktu luang tetapi telah menjadi kebutuhan. Nah, semoga bermanfaat! (PK/Ern)