76 Views

Perwakilan PBB (UNDP) kunjungi biMBA-AIUEO Pusat di Jakarta

Perwakilan PBB (UNDP) saat di Graha biMBA untuk mengetahui bisnis inklusif
Perwakilan PBB (UNDP) saat di Graha biMBA

Pada Kamis, 23 Februari 2017, Paula Pelaez, Kepala Biro (BCtA) Business Call to Action for Programme and Policy Support, (UNDP) United Nations Development Programme yang bermarkas di Istanbul – Turkey, mengunjungi Graha biMBA-AIUEO, kantor pusat (YPAI) Yayasan Pengembangan Anak Indonesia, yang berlokasi di Jl. Belibis Terusan No. 1 – Palmerah, Jakarta Barat. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Direktur Pengembangan YPAI, Imam Sutrisno, didampingi oleh Kepala Divisi English biMBA, Vebi Sri Minarni.

Kedatangan Paula Pelaez tersebut ingin mengetahui dan mengenal lebih jauh mengenai bisnis insklusif yang dijalani biMBA-AIUEO. “Inclusive business, it is about impact to the poor, it is about equal society, it is about bringing those from the bottom environment to have opportunities / Bisnis inklusif, ini adalah tentang dampak si miskin, ini adalah tentang masyarakat yang sederajat, ini adalah tentang membawa orang-orang dari kalangan bawah untuk memiliki kesempatan,” ungkap Paula Pelaez.

Inclusive Business merupakan bisnis yang memberikan dampak sosial atau nilai bagi masyarakat. Sebuah Bidang Usaha/ Bisnis yang tidak berorientasi kepada keuntungan (Non Profit Oriented), namun lebih mengutamakan dampak bagi lingkungan (Social Impact). Keuntungan merupakan dampak sebuah kepedulian terhadap pemberian pelayanan pendidikan berkualitas yang dibutuhkan masyarakat. Begitulah bisnis yang telah, sedang, dan terus dijalani oleh biMBA-AIUEO yang berdiri sejak 20 tahun yang lalu (September 1996) .

Paula Pelaez menanyakan “ Apa yang membuat anda merasa biMBA termasuk Institusi yang bergerak dalam Inclusive Business? Sementara bisnis inklusif berfokus kepada peningkatan taraf hidup si miskin ”. Imam Sutrisno menerangkan bahwa lebih dari 2000 rumah biMBA tersebar di berbagai daerah di Indonesia memberikan kesempatan beasiswa kepada keluarga yang tidak mampu untuk dapat belajar di rumah-rumah biMBA yang terdekat dengan lingkungannya. Hingga saat ini sekitar 5.5 % dari total murid biMBA 88.200 anak adalah murid dhuafa (4.850 anak) yang menerima beasiswa 100% tanpa dipungut bayaran. Kendalanya adalah banyak orang tua yang kurang peduli pendidikan atau kurang paham manfaat biMBA ataupun berbagai alasan seperti tidak ada waktu untuk mengantarkan anaknya ke rumah biMBA sehingga serapan beasiswa kurang maksimal. Jumlah tersebut diproyeksikan akan meningkat hingga 10% pada lima tahun yang akan datang atau mencapai sekitar 30.000 anak penerima beasiswa.

Secara inklusif biMBA tidak hanya memberikan beasiswa bagi yang tidak mampu namun lebih berdampak sistemik terhadap kehidupan sosial. Dampak lainnya adalah sebagai peluang usaha dan beramal yang memberikan keuntungan kepada mitra, memberdayakan perempuan sebagai guru dan membantu pemerintah membuka lapangan pekerjaan. Selain itu biMBA tidak hanya memenuhi hak anak dalam bermain sambil belajar, lebih dalam lagi biMBA-AIUEO berfokus pada menanamkan karakter Minat Belajar pada anak sejak usia dini yang akan berdampak pada tumbuhnya MINAT Baca.

“Dampak dari penanaman karakter Minat Baca dan Belajar pada anak sejak dini akan menjadikan sebuah masyarakat yang baik. Orang tua bahagia dan masyarakatpun senang karena banyak anak-anak yang memiliki Minat Belajar yang tinggi di lingkungannya” ujar Imam Sutrisno, Direktur Pengembangan biMBA-AIUEO.

Harapannya, seorang anak yang memiliki Minat Belajar senantiasa menggali ilmu dengan membaca berbagai informasi yang positif, akan menjadi Pembelajar Mandiri Sepanjang Hayat sesuai Visi biMBA-AIUEO. “From what I’ve seen, I think this is very impactful business, it’s great. I will try to find and bring the Inclusive Investor to you. / Dari apa yang kulihat, aku pikir ini adalah bisnis yang sangat berdampak, itu sangat bagus, Saya akan mencoba mencari dan mempertemukan Inklusif Investor kepada anda” tambah Paula Pelaez. (Fara/Ern)

Paula Pelaez Ingin Mengetahui Tentang Bisnis Inklusif biMBA
Paula Pelaez Ingin Mengetahui Tentang Bisnis Inklusif biMBA
Pemaparan bisnis inklusif kepada perwakilan pbb undp
Imam Sutrisno Memaparkan Bisnis Inklusif biMBA
Berfoto bersama dengan perwakilan pbb undp
Berfoto Bersama dengan Paula Pelaez