56 Views

Purworejo Berbenah Diri

Foto bersama dengan Pak Nurwanto pengelola unit Kemiri dan segenap SDM unit serta peserta didik.

Dua hari kerja efektif penulis mendapat kesempatan mengunjungi unit-unit biMBA-AlUEO di wilayah kabupaten Purworejo dan Kebumen. Selain mendampingi seorang rekan kerja, memang ada tugas khusus yang penulis emban dari pimpinan.

Tugas khusus itu adalah mencari informasi dari tiap unit yang dikunjungi, baik kendala pertumbuhan murid dalam tiap unit, usaha yang telah dilakukan dalam mengatasi kendala tersebut hingga berbagi pengalaman. Rata–rata kepala unit menyampaikan kendala utama dalam pertumbuhan jumlah murid adalah tarif SPP yang dianggap mahal oleh calon orangtua murid. Kemudian perlu ditingkatkannya kemampuan kepala unit dalam mengelola dan perkembangan unitnya, serta para motivator yang perlu ditingkatkan kemampuan menerapkan metode di dalam kelas.

Bapak Nurwanto, pengelola beberapa unit di wilayah kabupaten Kebumen dan Purworejo yang selalu setia mendampingi tim dari kantor pusat dalam mengunjungi unit- unit, mengajak para kepala unit, motivator juga tak ketinggalan para mitra untuk mengikuti training penyegaran atau BBB (Belajar Bersama biMBA) di ruang kelas unit Bagung Prembun pada Kamis siang, 2 April 2015. Training tersebut disampaikan oleh pimpinan Yayasan Pengembangan Anak Indonesia secara langsung dari Jakarta setiap hari Kamis. Disebarluaskan ke tiap unit di seluruh wilayah menggunakan jaringan internet, sehingga peserta training tidak perlu datang ke Jakarta untuk mengikutinya.

Sementara penulis menyampaikan pribahasa dalam bahasa Jawa kepada kepala unit untuk menjawab keberatan calon orangtua murid terhadap tarif SPP, “Jer besuki mowo beo” yang artinya bahwa untuk mencapai suatu kemuliaan memang dibutuhkan biaya. Disampaikan pula pribahasa lain “Ono rego ono rupo” dengan makna kualitas barang atau jasa tergantung pada harganya, semakin baik kualitas barang dan jasa tentu harganya semakin mahal.

Selain kedua pribahasa tersebut, penulis juga membenarkan upaya para kepala unit dalam menjawab keberatan tarif SPP yaitu memberikan penjelasan besarnya manfaat biMBA bagi anak dan orangtua murid serta fasilitas coba gratis sampai yakin.

Menurut sepengetahuan Bapak Nurwanto, di wilayah kabupaten Purworejo setidaknya ada sepuluh unit biMBA-AlUEO yang tersebar di berbagai kecamatan. Tim kunjungan dari kantor pusat didampingi Pak Nurwanto berhasil mengunjungi satu unit di Kebumen dan sembilan unit di Purworejo. Jarak antara satu unit dengan unit lain cukup jauh, kisaran lebih dari satu kilometer. Unit-unit tersebut di antaranya Kembang Sawit di wilayah kabupaten Kebumen, sedangkan di Purworejo meliputi wilayah Kemiri, Meranti, Suronegaran, Borokulon, Senopo Timur, Cangkrep Lor, Cangkrep 02 dan Pangen Juru Tengah.

Jika dilihat kepadatan penduduk, kabupaten Purworejo cukup padat meskipun masih banyak ruang terbuka di sana. Seharusnya pertumbuhan jumlah murid di tiap unit sangat tinggi, namun kenyataannya jauh panggang dari api. Hal ini tentu akan menjadi pekerjaan rumah bagi koordinator wilayah kabupaten Purworejo nantinya.

Ajakan Pak Nurwanto kepada para mitra, KU dan motivator untuk mengikuti training penyegaran atau BBB (Belajar Bersama biMBA) dalam dua hari kunjungan ke unit-unit cukup membuahkan hasil yaitu rasa antusias para penggiat biMBA-AlUEO di wilayah kabupaten Purworejo, secara pribadi penulis berkeyakinan bahwa biMBA-AlUEO akan mengalami perkembangan yang cukup pesat tak lama lagi. Hal ini akan terwujud jika mulai saat ini seluruh biMBA-AlUEO di wilayah kabupaten Purworejo berbenah diri.(Wy)

Baleho di Unit Kemiri
Baleho di Unit Kemiri
Suasana Belajar di Unit Kemiri
Suasana Belajar di Unit Kemiri

 

Berpose Bersama di Depan unit Borokulon
Berpose Bersama di Depan unit Borokulon
Di Unit Senopo Timur
Di Unit Senopo Timur
Unit Suronegaraan
Unit Suronegaraan
Foto Bersama Mitra Ibu Firtiani Daud (tengah) di Unit Suronegaraan
Foto Bersama Mitra Ibu Firtiani Daud (tengah) di Unit Suronegaraan