48 Views

Seminar Pendidikan : Pencitraan Publik

Seminar Pencitraan Publik ini diselenggarakan oleh badan Penelitian dan Pengembangan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan guna memperkenalkan kepada masyarakat, khususnya di kalangan para pendidik  perihal program-program Kemendikbud di tahun 2013.

Di antara program Kemendikbud yang disosialisasi dalam seminar ini adalah Kurikulum tahun 2013 dengan jenjang pendidikan mulai Sekolah Dasar,  Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Tingkat Atas maupun Sekolah Menengah Kejuruan, disamping keberadaan ujian nasional sebagai standarisasi pendidikan nasional di Indonesia.

Seminar terbagi dua sesi, yaitu sesi pertama mengenai ujian nasional dengan pembicara; Dr. Hari Setiadi, Kepala Pusat Penilaian Pendidikan – Kemendikbud dan sesi kedua dengan pembicara Prof. Dr. Hamid  Hasan, pengajar di Universitas Pendidikan Indonesia-Bandung.

Pembicara pertama menyampaikan makalah dengan judul:  “Ujian Nasional Untuk Membangun Karakter Bangsa”.   Pembicara kedua menyampaikan makalah dengan judul : “Penyempurnaan Kurikulum pada Satuan Pendidikan “.  Tujuan dari perubahan kurikulum pendidikan yang sebelumnya, yaitu KTSP ( Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ) tahun 2006 menjadi  kurikulum 2013.  Perubahan ini selain berkaitan dengan rencana beberapa perubahan waktu belajar yang bertambah panjang juga perihal hilangnya beberapa mata pelajaran di jenjang kelas tertentu menjadi atau dimasukan ke dalam pelajaran lainnya.

Prof. Dr. Hamid Hasan menyampaikan empat alasan pengembangan kurikulum, yaitu :

  •   Tantangan Masa depan
  •   Kompetensi Masa depan
  •   Fenomena Negatif yang Mengemuka
  •   Persepsi Masyarakat

Hujan pertanyaan dan pendapat terlontar saat ruang tanya jawab di buka pada sesi pembahasaan kurikulum  antara lain pernyataan dari salah seorang bapak guru yang menyatakan bahwa perubahan  kurikulum lama menjadi kurikulum baru sepertinya tidak melihat pada kenyataan yang ada, seperti jam belajar dan faktor kejenuhan para murid.

Menanggapi pernyataan tersebut, pembicara menyampaikan bahwa kurikulum baru dibuat dengan tujuan selain meningkatkan bobot dari pelajaran yang disampaikan kepada murid juga agar peserta didik tidak terlalu lama berada di luar sekolah yang tak jarang terkena  dampak negatif, seperti tawuran antar pelajar, penyalahgunaan narkotika dll.

Peserta lain mempertanyakan soal  ujian nasional yang disamaratakan bobotnya meskipun letak sekolah yang berbeda.  Menurut penanya tersebut perlakuan ini menjadi tidak adil, karena siswa yang belajar di sekolah di kota besar tentu akan lebih siap dalam menghadapi ujian nasional karena ketersediaan fasilitas, sementara bagi siswa yang berada di daerah pedalaman tentu sangat berbeda keadaannya.

Pembicara pun menanggapi pernyataan tersebut dengan menyampaikan tujuan ujian nasional adalah standarisasi pendidikan.   Sehingga nantinya standar pendidikan tidak dibedakan oleh letak, kondisi geografis dan yang lainnya.

Menurut penyelenggara acara seminar di awal acara bahwa sedianya peserta yang diundang tidak kurang dari seratus lima puluh orang akan tetapi yang hadir hingga jam 10.30 WIB baru sekitar delapan puluh tujuh orang, namun begitu acara tetap dilangsungkan dan terlaksana dengan baik.

Meski acara ini  tidak membahas tingkat di bawah sekolah dasar seperti  PAUD, biMBA-AlUEO tetap mengutus perwakilannya menghadiri seminar tersebut tak lain adalah untuk menambah wawasan dalam dunia pendidikan secara umum.  Seminar Pencitraan Publik diselenggarakan pada Rabu, 5 Desember 2012 bertempat di Ballroom Hotel Boutique Melawai Jl. Melawai 8 No : 6-8 Jakarta Selatan ( Blok M).(Wy AIUEO)

 

 

 

 

 

Bimbingan Minat Belajar dan Minat Baca Anak Usia Dini Indonesia is Stephen Fry proof thanks to caching by WP Super Cache