12 Views

Senjata Anak adalah Menangis, Bagaimana Mengatasinya?

Seorang anak belum mampu berkomunikasi dengan baik terhadap orangtuanya, terkadang bentuk komunikasi yang disampaikan anak kepada orang dewasa adalah dengan menangis. Saat anak menangis pasti memiliki alasan tertentu, misalnya untuk balita yang lapar, ia tidak bisa bilang secara langsung dan mengungkapkan lewat menangis. Maka dari itu ayah bunda pastikan kebutuhan dasar anak terpenuhi.

Menangis

Saat anak menangis terkadang kita melarangnya dan memarahi anak, apalagi jika anak menangis di tempat umum, hanya karena rasa malu kita jadi membentak anak dan meminta anak untuk berhenti. Padahal jika kita melarang anak menangis itu artinya kita melarang anak untuk mengekspresikan dirinya, lebih baik kita tanyakan baik-baik alasan anak menangis dan mencari solusinya dengan cara yang baik.

Anak menangis ketika kebutuhannya tidak terpenuhi, tidak jarang anak menjadikan menangis sebagai senjata. Apabila kita terbiasa menenangkan anak dengan cara membelikan mainan maka anak juga akan terbiasa menangis agar diberi mainan. Apabila kebutuhan anak yang seperti itu maka sebisa mungkin harus dihindari karena anak berdampak buruk, sesekali saat anak menangis ingin beli mainan kita bisa mendiamkannya agar anak mengerti tidak semua hal bisa didapatkan dengan cara menangis.

Ayah bunda, biarkan anak menyelesaikan tangisnya, di saat anak sudah tenang baru kita dekati anak dan bertanya mengapa anak menangis, apabila alasannya ingin minta mainan kita harus jelaskan kepada anak mengenai hal itu , kalau bisa berikan peraturan bersama untuk itu, misalnya hanya membeli mainan sebulan sekali dan lain sebagainya. Ayah bunda, yuk kita cegah anak agar tidak menjadikan menangis adalah senjatanya. (Ern)

Bimbingan Minat Belajar dan Minat Baca Anak Usia Dini Indonesia is Stephen Fry proof thanks to caching by WP Super Cache