54 Views

Si Peniru Ulung

Sumber : http://www.webweaver.nu/clipart/img/holidays/fathers-day/dads-day.jpg

Siapakah si peniru ulung?

Proses meniru adalah proses belajar anak.   Otak anak laksana spons yang begitu kuat menyerap segala hal yang diterimanya.    Otak mereka berkembang sangat pesat khususnya pada masa keemasan mereka atau golden age, yakni usia 0 hingga 5 tahun.   Pada usia ini, peran ayah bunda untuk memberikan stimulus sangatlah pentingMemberikan contoh sikap, perilaku dan kata-kata yang baik akan dicopy paste oleh anak.    Sebuah penelitian menyatakan bahwa anak-anak meniru setidaknya 25 persen perkataan orang yang sering didengar oleh mereka dan sekitar 60-70 persen anak akan meniru tindakan yang dilihat dari orang-orang yang ada disekitarnya.

Contoh yang saya alami sendiri adalah tentang perilaku kedua putera saya.   Mereka senang meniru apapun yang dilakukan oleh ayahnya.    Mulai dari cara berpakaian, cara duduk, gaya bicara hingga hal yang menjadi favorit ayahnya, yakni membaca.    Sampai-sampai saya bilang kalau mereka ayah minded banget.     Bila ayahnya membaca koran, anak-anak senang mendekati dan bertanya hal-hal yang menarik bagi mereka.

Ayah bunda mungkin juga pernah merasakan hal yang sama seperti saya, melihat sikap, perilaku dan kata-kata anak kita meniru dari apa yang dilihat dan terjadi disekitarnya.   Apakah ayah bunda sadar akan hal ini, bahwa ternyata mereka mengidolakan kita sebagai orang tuanya.   Oleh karena itu akan kita arahkan kemanakah jalan hidup anak kita?  Jika ingin mendapatkan anak yang baik, jadikan diri ayah bunda baik pula.     Jika Ingin mendapatkan anak yang penuh rasa kasih sayang ,  jadikanlah diri ayah bunda pribadi yang penuh cinta kasih.    Jika ingin anak ayah bunda gemar membaca, jadikanlah membaca sebagai kenikmatan bagi ayah bunda.

Minat Membaca

Anak dilahirkan untuk mengetahui dan mengeksplor apa yang ada di dunia.    Membaca adalah salah satu cara agar anak ayah bunda dapat melihat jendela dunia sehingga cakrawala pengetahuan mereka menjadi luas.   Hal ini akan berpengaruh terhadap pola pikir, cara pandang bahkan perilaku mereka.

Namun demikian,  seringkali  ayah bunda merasa bahwa ini adalah suatu tugas yang penuh tantangan untuk menumbuhkan minat baca pada anak.   Apalagi ayah bunda harus membagi waktu sedemikian rupa ditengah kesibukan dan aktivitas rutin.   Padahal apa yang ditiru anak dimulai dari nilai-nilai yang diajarkan lewat sikap dan perbuatan ayah bunda sehingga akan menjadi pendidikan karakter bagi mereka.  Kuncinya adalah bagaimana ayah bunda dapat meningkatkan kecintaan ayah bunda sendiri dalam membaca.

Beberapa hal yang dapat membantu ayah bunda untuk meningkatkan agar anak gemar membaca :

  • Memupuk rasa ingin tahu

Sebelum ayah bunda mengajak anak membaca, ayah bunda harus bisa memupuk rasa ingin tahu yang besar dalam benak anak-anak, karena ketertarikan tidak bisa dipaksakan, tapi bisa ditularkan!   Biarkan anak bertanya berbagai hal yang mereka ingin ketahui.  Jangan memotong pertanyaan mereka hanya karena ayah bunda malas untuk menjawabnya.   Jelaskan dan ajak mereka mengeksplor lebih dalam  pertanyaan tersebut lewat membaca.

  •  Cari bacaan yang diminati anak

Ajak anak ke toko buku atau perpustakaan dekat rumah.    Ayah bunda dapat berbagi ide dengan anak untuk memilih buku baru yang menarik untuk diamati dan dibaca.  Sangat penting bagi ayah bunda untuk memilih buku anak-anak yang mempunyai ilustrasi gambar lucu dan menarik.   Ayah bunda  tidak harus membeli buku baru, tetapi dapat juga memanfaatkan buku-buku yang sudah ayah bunda miliki di rumah atau mengajak anak browsing untuk menjawab pertanyaan mereka tadi.   Hal ini juga sekaligus membiasakan anak menggunakan internet sejak usia dini.

  •  Perpustakaan Mini

Terkadang buku yang dimiliki oleh anak bertebaran kemana-mana.  Ketika dibutuhkan, ayah bunda kesulitan untuk mencarinya.   Susun buku-buku    koleksi anak tersebut di tempat yang mudah dijangkau dan nyaman untuk anak.  Libatkan anak untuk berpartisipasi membantu menyusun buku-bukunya sendiri.   Buku dapat disusun berdasarkan kategori, misalnya cerita agama, dongeng, science dan lain-lain.   Buat anak merasa senang bahwa mereka memiliki perpustakaan sendiri.

  • Tema bacaan menjadi obrolan menarik

Isi cerita dari buku yang sudah dibaca dapat ayah bunda jadikan obrolan menarik untuk diceritakan kembali disaat makan bersama, di dalam mobil atau ketika menjelang tidur.   Biarkan anak bercerita dengan ceriwis, terkadang dengan ekspresi  yang membuat kita tertawa geli melihatnya.    Selain melatih verbal mereka, ini juga dapat membantu mereka melewati proses berbagi informasi yang sudah mereka serap dari bacaan tersebut.

  •  Berdongeng

Ayah bunda juga dapat menjadi story teller untuk anak-anak,  membacakan buku cerita sambil berdongeng.   Misalnya menirukan suara binatang yang ada di buku, membuat intonasi suara yang berbeda-beda sesuai karakter tokoh cerita, bergaya interaktif akan menambah antusias dan ketertarikan anak untuk  gemar membaca.

  •  Jadikan membaca sebagai kegiatan rutin keluarga

Buat program rutin untuk menemani anak membaca setidaknya 1-2 buku cerita dalam sehari.  Sebulan sekali,  bila pergi ke mall atau pertokoan bersama keluarga, sempatkan untuk mampir ke toko buku.   Biasanya pertokoan sudah mendekorasi seindah mungkin untuk menarik perhatian anak-anak.  Bahkan dibeberapa tempat sudah disediakan area pojok khusus yang menyediakan buku-buku lengkap dengan tempat membaca yang nyaman untuk anak-anak.   Anak ayah bunda dapat terinspirasi dengan memperhatikan teman-teman sebayanya asyik membaca dan menikmati buku favorit mereka.   Hal ini akan menumbuhkan minat yang sama bagi mereka.(Bunda Ranis)

Children are great imitators. So give them something great to imitate