13 Views

Tantowi Yahya Cemaskan Minat Baca di Indonesia

Mengapa Tantowi Yahya Cemaskan Minat Baca di Indonesia?

Tantowitantowi yahya Yahya yang ditunjuk pemerintah sebagai Duta Baca Indonesia mengatakan, gemar membaca adalah penyakit menular yang harus ditularkan.

Tantowi dalam talk Show  yang digelar Perpustakaan Provinsi Jambi untuk meningkatkan minat baca masyarakat di Jambi, Selasa (5/6), menjelaskan, minat baca masyarakat Indonesia hingga kini masih kalah jauh dengan Jepang dan Singapura.

Itu terjadi karena masyarakat Indonesia belum banyak tertular membaca dan lebih cenderung menonton yang justru kini telah menjadi budaya masyarakat Indonesia.

“Ada kesan di tengah masyarakat kita untuk apa membaca. Toh menonton berita-berita televisi lebih baik karena bisa dilihat dan ditonton, padahal itu tidak akan membuat masyarakat bisa maju dan berkembang,” ungkap Tantowi yang juga pembawa acara Deal or No Deal yang disiarkan salah satu stasiun TV swasta itu.

Ia mengimbau masyarakat Indonesia khususnya di Jambi agar menjadikan semboyan ‘Ibuku sebagai perpustakaan pertamaku’.

Tantowi yang mendengungkan sebuah negara maju dan kaya raya karena masyarakatnya gemar membaca, sebab itu jika masyarakat Indonesia tidak gemar membaca berarti identik dengan kebodohan dan kemiskinan.

Masyarakat Indonesia belum menyeluruh gemar membaca, selain faktor lingkungan juga fasilitas yang diberikan negara untuk perpustakaan belum memadai. Padahal perpustakaan itu harus nyaman dan menyediakan buku-buku terbaru sama dengan yang dijual di toko buku.

Jika perpustakaan hanya memiliki koleksi buku lama itu sama saja dengan museum, sebab perpustakaan bukan menyimpan koleksi buku lama dan usang. (*/boo)