88 Views

Ayo Terapkan Hak Bermain dan Belajar pada Anak

Bermain dan Belajar
Bermain sambil belajar dapat meningkatkan imajinasi anak
[http://www.motherandbaby.co.id]
Bermain merupakan kegiatan yang asyik dan menyenangkan. Dimanapun dan dalam kondisi apapun anak-anak akan berusaha mencari sesuatu untuk dijadikan mainan. Berdasarkan konvensi hak anak PBB tahun 1989, anak dunia memiliki sepuluh hak. Salah satu di antara hak tersebut adalah hak untuk bermain.

Banyak sekali manfaat bermain bagi anak. Bermain dapat merangsang fungsi panca indera anak, meningkatkan ketangkasan, meningkatkan kecerdasan berbahasa, ajang untuk menyalurkan perasaan atau emosinya dan meningkatkan kognitif anak. Bermain juga dapat merangsang imajinasi anak dan memberikan kesempatan kepada anak untuk mencoba berbagai idenya tanpa merasa takut. Dalam bermain anak akan mendapatkan kebebasan, merasa rileks, tidak tertekan dan senang.

Kesenangan anak dalam bermain ini dapat dijadikan sebagai salah satu metode dalam mendidik anak, khususnya bagi anak usia dini. Mendidik anak usia dini harus menggunakan metode yang tepat. Karena pada usia ini anak sedang berada dalam masa keemasan (golden age), dimana potensi anak sedang berkembang sangat pesat. Saat inilah waktu yang tepat untuk membuatnya menjadi seorang pembelajar yang mandiri dan haus akan pengetahuan.

Nah, karena kegiatan bermain merupakan kebutuhan dasar anak dan sifatnya melekat langsung pada kodrat dan kebutuhan perkembangan anak, maka sangat tepat bila anak usia dini diberikan metode pembelajaran yang sifatnya fun learning. Pendekatan metode ini menciptakan iklim pembelajaran yang menyenangkan, yaitu bermain sambil belajar. Bila suasana kelas hangat dan menyenangkan maka apapun yang diajarkan akan lebih mudah diterima dan dipahami oleh anak didik.

Hal ini seiring dengan apa yang sudah biMBA aiueo terapkan dalam rangka menumbuhkan minat baca dan belajar anak. Metode pengajaran di biMBA tidak membebani dan tidak memaksa anak. Karena biMBA menyakini bahwa proses pembelajaran bagi anak usia dini yang dipaksa untuk memenuhi suatu target tertentu justru akan membuat anak merasa tertekan atau stress. Padahal yang perlu kita ingat bahwa kemampuan setiap anak juga berbeda-beda. Cara ini tentunya tidak sehat dan akan berdampak negatif. Tanpa disadari metode ini justru akan menurunkan IQ anak pada usia produktifnya.

Metode pengajaran di biMBA menggunakan metode fun learning. Anak dapat melakukan kegiatan yang menyenangkan sesuai dengan dunianya mereka yaitu bermain sambil belajar. Pengenalan huruf, angka dan kata dikenalkan menggunakan bahasa biMBA dengan berbagai nyanyian yang ceria. Ketika suasana dan hati anak senang, maka proses pembelajaran akan lebih mudah dipahami. (Ranis/Ern)