148 Views

Thomas Alva Edison Penemu Bola Lampu yang Gemar Membaca

Tahukah anda Thomas Alva Edison Penemu Bola Lampu yang Gemar Membaca?

t1

Siapa yang tak kenal dengan Thomas Alva Edison, seorang penemu besar yang berhasil mengubah dunia dengan karya-karyanya yang luar biasa. Selama karirnya, Thomas telah mempatenkan sekitar 1.093 hasil penemuannya, termasuk bola lampu listrik, gramophone, juga kamera film. Ia juga merupakan pendiri General Electric, salah satu perusahaan terbesar di dunia yang memproduksi alat-alat elektronik yang sekarang kita gunakan.

Di balik kesuksesan seorang Thomas Alva Edison, siapa yang menyangka ternyata ia adalah seorang anak yang tidak menonjol di kelasnya, bahkan kepala sekolahnya sendiri mengatakan bahwa ia adalah si otak udang yang tidak bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah.

Suatu hari ketika Thomas pulang sekolah, ia membawa sepucuk surat. Ibunya yang melihat ini menghampiri anaknya. “ada apa, nak, ceritakanlah pada ibu.” Thomas segera memberi surat kepada ibunya. Ternyata surat tersebut dari kepala sekolahnya. Dengan hati berdebar ibunya membuka surat tersebut. Isinya kurang lebih menyatakan bahwa “Ibu, mulai hari ini, kami tidak bisa menerima anak ibu bersekolah di tempat kami karena anak ibu terlalu bodoh dan idiot. Jadi kami mengeluarkannya dari sekolah.” Padahal ketika itu Thomas baru saja 3 bulan masuk Sekolah Dasar.

Ibu manapun yang membaca surat seperti ini pasti akan kaget dan sedih. Seperti tersambar petir di siang bolong. Namun sang ibu tetap tegar dan tersenyum di depan anaknya. Ia menghampiri Thomas dan memeluknya erat sambil berkata, “mulai hari ini, kamu akan belajar dengan ibu.” Sejak saat itu, setiap hari ibunya selalu membimbing Thomas dengan sabar dan penuh kasih sayang. Ibunya selalu memenuhi kebutuhan belajar anaknya. Termasuk memberikan respon positif terhadap berbagai pertanyaan yang diajukan anaknya.

Mencari jawaban dengan membaca

t2

Thomas kecil selalu ingin tahu akan banyak hal. Untuk membesarkan hati anaknya ibunya selalu memberikan pujian atas berbagai pertanyaan anaknya, “Wow, pertanyaanmu luar biasa, bagaimana kamu bisa mempunyai pertanyaan sehebat ini?”

Bila ibunya tidak mampu menjawab, maka ibunya akan membawa Thomas ke perpustakaan untuk mencari tahu jawaban yang sulit dijawab olehnya. Bahkan ibunya pernah membantu Thomas mencari sebuah jawaban di buku-buku perpustakaan selama hampir satu bulan lamanya. Namun, adakalanya bila pertanyaan yang diajukan oleh Thomas tidak dapat ditemukan jawabannya di buku, maka ibunya terus menyemangatinya dengan jawaban “Nak, inilah jawaban dari Tuhan bahwa kamulah yang diminta untuk menemukannya dan menuliskan jawabannya untuk orang banyak.”

Selain ke perpustakaan, Thomas juga rajin untuk mengumpulkan buku bekas yang ia temukan di tumpukan barang bekas yang diletakkan orang-orang di dekat tempat sampah. Sambil mencari buku bekas, ia juga memilah barang-barang bekas yang sekiranya masih dapat ia gunakan untuk di kotak katik kembali.

Ketika membongkar pasang peralatan rusak, Thomas banyak membaca buku sebagai literatur untuk memperbaiki barang-barang tersebut. Ia membandingkan pengalaman yang ia punya dengan berbagai buku yang telah ia baca. Kehausannya untuk mendapat pengetahuan baru membuat minat membacanya semakin tinggi. Dengan membaca ia banyak mendapatkan wawasan baru dan Pikirannya semakin berkembang.

Setiap hari ibu Thomas selalu mengajarkan membaca, menulis dan berhitung. Ia juga rajin membacakan berbagai buku, antara lain buku-buku yang berasal dari penulis seperti Edward Gibbon, William Shakespeare dan Charles Dickens.

t3

Eksperimen merupakan implementasi dari kegemaran membaca buku

Kegemarannya sejak kecil untuk mempelajari sesuatu dan membaca buku-buku terus terbawa hingga ia dewasa. Berbagai buku yang ia baca telah menginspirasinya untuk diterapkan lewat berbagai eksperimen yang dikerjakan di laboratorium kecil miliknya. Seringkali ia hanya tidur 4 jam sehari karena keasyikan melakukan berbagai percobaan terus menerus hingga penemuannya menjadi sempurna.

Pendidikan dalam keluarga sangat penting

t4

Banyak hikmah yang dapat kita petik dari cerita Thomas Alva Edison. Ternyata kesuksesan seseorang bukan semata hanya dilihat dari apakah seorang anak sekolah atau tidak, serta sekolahnya mahal atau tidak. Tetapi faktor lain yang lebih utama adalah pendidikan di dalam keluarga jauh lebih penting. Peran inilah yang diambil alih oleh ibu Thomas, Nancy Elliot, ketika anaknya dinyatakan sebagai anak bodoh dan dikeluarkan dari sekolah. Bahkan ketika anaknya dinyatakan kehilangan seluruh pendengarannya akibat penyakit yang dideritanya sejak usia 12 tahun. Namun berkat kegigihan, kesabaran dan keuletan sang Ibu, Thomas berhasil menjadi seorang penemu besar dunia. Karya-karyanya dapat mempermudah kehidupan manusia menjadi lebih maju dan lebih baik.

Kesuksesan ini tidak lepas dari peran buku-buku yang selalu ada dalam kehidupannya. Kegemaran membaca telah membuat petualangan dalam hidupnya. “Read is my life, life is an adventure, Read = Adventure”. (Bunda Ranis)

 

Sumber :

• Angga Setyawan. @Anak Juga Manusia : Jadilah Orangtua Terbaik, Sediakan Hati untuk Anak. Bandung : Noura Books. 2013

• http://id.wikipedia.org/wiki/Thomas_Alva_Edison

• http://www.ceritakecil.com/tokoh-ilmuwan-dan-penemu/Thomas-Alva-Edison-6

• http://vinda23.blogspot.com/

• http://e-motivasidiri.blogspot.com/2012/10/motivasi-sukses-kisah-5-orang-bodoh.html

• http://www.goodreads.com/quotes/tag/thomas-alva-edison