44 Views

Tips Membuat Anak Patuh

Anak patuh adalah harapan setiap orangtua. Namun anak mempunyai karakter yang berbeda-beda, ada yang tidak mudah diatur, ada yang penurut, suka membantah bahkan terang-terangan melawan orangtuanya. Bagaimana caranya kita dapat mengajarkan anak menjadi anak patuh dan tidak melawan orangtua?

[kesekolah.com]
[kesekolah.com]
Mendidik anak usia dini tidak semudah yang kita kira, butuh perhatian, kasih sayang serta kesabaran. Anak kecil ibarat kaset kosong, ia akan melakukan apa yang dilihat dan didengarnya sehingga akan terekam dengan sendirinya di dalam kaset tersebut. Apabila kita mengajarkan berperilaku yang baik, maka anak akan tumbuh dengan sikap yang baik. Namun apabila orangtua mencontohkan hal yang buruk kepada anak, maka sudah pasti anak akan mengikuti orangtua.

Berikut ini tips membuat anak patuh :
Buatlah Peraturan Bersama
Membuat sebuah peraturan di dalam rumah dapat mengajarkan anak bersikap patuh, anak juga akan belajar disiplin dan tanggung jawab. Tentu saja peraturan bukan hanya diterapkan untuk anak tetapi seluruh anggota keluarga juga harus mematuhi peraturan yang disepakati bersama, sehingga anak akan merasa adil.

Ketika peraturan sudah dibuat, maka sudah seharusnya peraturan itu konsisten, jangan mengubah secara sepihak peraturan yang sudah disepakati bersama. Sebelumnya Ayah Bunda harus menjelaskan apa maksud dan tujuan adanya peraturan tersebut, dengan demikian anak akan mengerti dan paham dengan perintah yang sudah dibuat, jelaskan bahwa ini untuk kebaikan bersama.

Selain itu, kita berikan anak apresiasi apabila anak sudah berhasil menjalani peraturan di rumah, sesekali kita bisa memujinya karena pujian dan sanjungan akan membuat anak lebih diperhatikan dan tidak merasa diabaikan. Anak akan senang dan mengikuti peraturan dengan baik dan tidak merasa beban. Sebaliknya, anak yang tidak taat pada aturan bisa diberikan hukuman sesuai dengan jenjang usianya masing-masing dan dapat diterima anak dengan baik, dengan catatan tidak berlebihan dan tidak memarahi anak.

Jangan Bohong terhadap Anak
Terkadang orangtua lupa bahwa mereka sering ingkar janji meskipun hanya hal yang kecil.  Misalnya saja orangtua berjanji akan memberikan es krim apabila anak mau tidur siang, namun kenyataannya ketika anak bangun dari tidurnya kita tidak memenuhi janji tersebut, lantas bagaimana mungkin anak akan patuh dan mendengarkan orangtuanya sementara orangtuanya tidak konsisten dengan ucapannya sendiri?

Ada baiknya orangtua intropeksi diri, meskipun anak lupa orangtua tetap harus memenuhi janji tersebut agar tidak menjadi sebuah kebiasaan. Kita tidak perlu malu dan merasa gengsi untuk meminta maaf kepada anak. Jelaskan dengan sejujurnya kenapa berbohong? selanjutnya penuhilah janji tersebut.

Mendengarkan dan Beri Kepercayaan
Apabila anak melakukan kesalahan, kita bisa bertanya dengan baik dan mendengarkan penjelasannya. Ayah Bunda jangan langsung memarahi anak, karena anak malah tidak akan menyerap semua ucapan yang diberikan, bahkan anak akan bertambah emosi. Menjadi orangtua yang tegas bukan berarti harus keras, kita bisa menghadapi dan menasihatinya dengan lembut dan sabar.

Meskipun anak melakukan kesalahan, bukan berarti kita tidak mau mendengarkan keluhan mereka. Saat itu orangtua hanya perlu mendengarkan anak karena mendengarkan adalah kunci dari cara mendidik anak yang baik. Apabila kita tidak mau mendengar anak, bagaimana mungkin anak akan mendengarkan kita?

Setelah kita mendengarkan anak tentang masalahnya, selanjutnya Ayah bunda memberikan sebuah kesempatan agar anak tidak mengulangi kesalahan yang sama seperti sebelumnya.

Apabila sejak dini dididik secara baik, maka anak akan dapat memahami apa yang orangtua perintahkan. Terlebih lagi jika orangtua juga memberikan suri teladan yang baik. Bukan mustahil anak akan tumbuh menjadi anak patuh dan tidak melawan serta menyakiti hati orangtua. (ern/nik)