636 Views

Tumbuhkan Minat Menulis Anak Sejak Dini

M
Sumber : http://mrsalbanesesclass.blogspot.com/2011_07_01_archive.html

Upaya apa yang ditempuh agar dapat tumbuhkan Minat Menulis Anak Sejak Dini?

Banyak orang beranggapan kalau menulis itu adalah kegiatan yang sulit. Namun sebagian lainnya mungkin memiliki anggapan bahwa menulis merupakan kegiatan yang sangat mudah. Segala sesuatu bila belum kita coba dan biasakan memang akan nampak sulit, tetapi bila kita paham dan mengetahui caranya tentu akan terasa lebih mudah. Semua itu memerlukan proses tersendiri.

Tidak hanya wartawan atau penulis buku saja yang berkutat dengan kegiatan tulis menulis. Ketika anak mulai usia SD saja sudah harus terbiasa dengan kegiatan tulis menulis, misalnya untuk membuat paper atau laporan. Ketika sudah memasuki masa kuliah, tentunya harus siap dengan skripsi dan tesis. Begitu pula dengan dunia kerja, sebagian besar pekerjaan di kantor adalah tentang tulis menulis. Maka tidak ada salahnya bila kita mulai membiasakan anak untuk menulis agar mereka kreatif dalam hal keterampilan menulis.

Salah satu cara agar anak memiliki keterampilan menulis adalah dengan membiasakan mereka sejak dini untuk membaca. Karena apa? Berbagai tulisan yang telah mereka baca secara tidak sadar akan terekam dibawah alam sadarnya. Keterampilan menulis harus sejalan dengan keterampilan membaca. Itu sebabnya anak yang sudah terbiasa membaca akan menambah perbendaharaan katanya sehingga akan lebih mudah untuk merangkai kata-kata dibandingkan dengan anak yang tidak gemar membaca. Manfaat yang kita peroleh bila terbiasa melakukan ini adalah hal yang luar biasa. Anak akan terbiasa menuangkan pikirannya ke dalam kertas, mengorganisasikan pemikirannya, dan menyatakan perasaannya tentang apa yang dialami dalam bentuk tulisan.

Menulis Mencetak Anak Brilian

Menurut pakar profesor jurnalisme di Florida A&M University, Gerald Grow Ph.D, bahwa di dalam aktivitas menulis terkandung proses kecerdasan majemuk (multiple intelligence). Misalnya bila dilihat dari kecerdasan interpersonalnya bahwa penulis akan sensitif terhadap perasaan orang lain (empati). Dari sudut pandang kecerdasan bahasa, si penulis akan memiliki kemampuan bertanya dan menjawab tentang sebab akibat terhadap proses terjadinya sesuatu dan mengolah kata-kata. Ketika penulis berpikir tentang sebab akibat, ia menggunakan kecerdasan logikanya. Lalu adapula kecerdasan naturalis, dimana penulis mengenali sifat-sifat benda alam dan peka dalam mengamati alam. Selain itu ada pula kecerdasan visual spasial/ruang, yaitu kemampuan mempersepsikan apa yang dilihat. Bila kecerdasan majemuk itu diasah terus sejak anak usia dini melalui aktivitas tulis menulis maka akan mencetak mereka menjadi anak yang lebih cerdas dan brilian.

Agar anak tertarik untuk menulis, maka kegiatan menulis harus kita buat menjadi situasi yang menyenangkan, penuh permainan dan hiburan. Kita harus mampu menarik aktivitas ini sesuai dengan dunianya anak-anak yaitu bermain. Melalui berbagai permainan menulis yang kreatif dapat meningkatkan daya imajinasi dan kreatifitas anak.

Beberapa cara menarik untuk menumbuhkan minat menulis anak misalnya :

Membuat “Buku tentang Aku”

m2edit

Buatlah sebuah buku yang berisi berbagai hal tentang anak. Caranya tempelkan foto anak pada bagian depan buku. Kemudian mintalah anak agar menuliskan segala sesuatu tentang dirinya sendiri. Buatlah jadwal, apakah setiap hari atau seminggu sekali agar anak selalu menambah lembar tulisan tentang dirinya. Ajaklah anak sesekali untuk menceritakan isi buku tersebut di depan anggota keluarga lainnya. Sehingga akan timbul rasa senang dan bangga karena hasil karyanya dipuji oleh orang lain. Ini juga akan menambah motivasi dan kepercayaan dirinya untuk kembali menulis hal lain yang berkaitan dengan dirinya.

Membuat “Buku Kejadian”

m3

Salah satu cara untuk membantu anak latihan menulis dengan membuat buku kejadian, yaitu berupa kumpulan cerita dari berbagai kejadian yang dialami si anak. Anak akan mencatat kejadian harian, mingguan atau kejadian istimewa yang mereka alami. Buku ini juga berfungsi sebagai album kenangan ketika mereka besar nanti. Anak akan mengingat kembali dan menghargai saat-saat indah yang pernah dialami dalam hidupnya. Jangan lupa beri tanggal dan judul pada setiap kejadian cerita. Misalnya anak mengarang cerita ketika ia pergi ke taman bermain dengan keluarganya. Ia dapat menambahkan cerita tersebut dengan kreasi gambarnya sendiri pada buku kejadian. Masukkan pengalaman emosional dengan menuliskan bagaimana perasaannya tentang pengalaman itu lewat gambar wajah kecil berekspresi, apakah senang, sedih, marah dan lain-lain. Anak dapat pula menempelkan benda yang ia temukan di taman, seperti daun atau bunga-bunga kering pada lembar cerita tersebut.

Buku kejadian ini mendorong anak untuk memperhatikan apa yang sedang terjadi pada mereka dan untuk fokus pada berbagai aspek pengalaman hidup mereka. Anak akan terdorong untuk kreatif dan fokus pada cara mengorganisir ingatan mereka.

Untuk mempermudah anak dalam membuat karangan cerita, kita bisa bantu dengan berbagai pertanyaan yang berkaitan dengan kejadian pada hari itu, seperti,

“Apakah kamu melihat hal yang tidak biasa dalam perjalanan pulang sekolah ?”

“Apa hal pertama terjadi ketika kelas dimulai ?”

“Bagaimana perasaanmu ketika diminta ibu guru menyanyi ?”

Postcard Bergambar

m4

Cara lain yang mudah dilakukan untuk mengajarkan anak menulis adalah melalui postcard bergambar. Misalnya gambar pemandangan, aktivitas manusia, atau gambar lainnya. Dengan menggunakan media ini anak akan lebih menuangkan idenya karena mata si anak telah dapat melihat sesuatu yang konkret dalam gambar

Yang perlu kita ingat adalah ketika anak baru memulai menulis, tidak perlu mengajarkan tata bahasa ke anak. Ciptakan suasana menyenangkan (fun learning) dimana anak dapat bermain sambil belajar menulis. Sebagian besar pengetahuan ketatabahasaan ini sifatnya berkembang sehingga bisa dikuasai anak sedikit demi sedikit. Bila kita memaksakan anak untuk sempurna justru kita telah menyingkirkan kreativitas dan keceriaan mereka dalam menuangkan ide-idenya. Jangan sungkan untuk memberikan pujian ke anak agar mereka semakin termotivasi untuk melakukan yang lebih baik lagi.

Referensi :

Olivia, Femi. Mencetak Anak Brilian dengan Metode Biowriting : Mengasah kepribadian anak lewat kegiatan menulis kreatif dan bereksperimen dengan kekuatan kata-kata. Jakarta : PT. Elex Media Komputindo, Kompas Gramedia. 2012.