19 Views

Yang Terus Belajar Akan Menang

Sumber : http://bukuindie.com/2014/10/24/belajar-menulis-dari-puisi/
Sumber : http://bukuindie.com/2014/10/24/belajar-menulis-dari-puisi/

Yang Terus Belajar Akan Menang?

Menang dan kalah merupakan perkara yang selalu terjadi dalam hidup kita.   Namun, tak ada seseorang pun yang ingin kalah dalam menghadapi ‘pertarungan kehidupan’ ini.    Meskipun untuk mencapai kemenangan itu sendiri terkadang kita harus melewati fase-fase ‘kekalahan’ terlebih dahulu.   Kekalahan yang membuat kita lebih bijak dalam menghadapi persoalan kehidupan.

Setiap orang yang mengalami kekalahan tidak semuanya akan menang pada akhirnya.   Mereka yang nantinya akan menang adalah mereka yang ‘positive thinking’, mereka yang menyikapi kekalahan sebagai proses pembelajaran.    Kesalahan-kesalahan yang mereka perbuat di masa lampau dijadikan bahan pembelajaran di masa mendatang, agar kesalahan serupa tidak terjadi dan menimbulkan kekalahan yang sama.

Ternyata tak hanya manusia yang perlu belajar, singa pun perlu belajar dalam perjalanan kehidupannya.   Hewan karnivora berkaki empat yang sering dikenal sebagai raja hutan ini dikenal sebagai predator yang ganas dalam menangkap buruannya.   Namun, seiring berkembangnya zaman, banyak singa yang ditangkap dan diletakan di penangkaran.    Tentunya singa-singa baru yang terlahir di penangkaran berbeda dengan singa yang lahir di alam liar.

Singa yang terlahir di alam liar, kemampuan mereka dalam berburu tidak diragukan lagi.   Kecepatan, kelincahan, dan ketangkasan mereka dalam menangkap mangsanya menjadikan mereka memang pantas dijuluki sebagai ‘raja hutan’.    Berbeda dengan singa yang ada di penangkaran, bisa dibilang singa dalam penangkaran ini tergolong singa yang ‘lemot’.     Setiap hari selalu dimanjakan dengan daging segar yang disajikan dari pihak penangkaran.     Mungkin kalau melihat sapi, kijang, maupun hewan yang seharusnya menjadi mangsa, singa tersebut hanya akan bertegur sapa dengan herbivora tersebut.

Lho kenapa bisa seperti itu?

Kita lihat singa yang pertama, singa yang terlahir di alam liar.    Setiap hari mereka mengamati kehidupan sekitar.    Kehidupan dimana ayah dari singa itu berburu, kehidupan singa dewasa mengejar, mencengkram, bahkan memakan mangsanya.    Sang anak singa tersebut belajar setiap harinya, terus belajar hingga anak singa berubah menjadi sesosok singa yang dewasa singa dengan naluri memangsa yang tinggi.    Memenangkan rantai makanan yang terjadi dalam kehidupan.

Berbeda dengan singa yang kedua, singa yang terdapat di penangkaran.    Setiap hari singa-singa tersebut hanya dimanjakan oleh penjaga kebun binatang.    Diberikan daging segar gratis setiap harinya, minuman yang mudah didapat, bahkan mereka tak bersaing dengan predator-predator lainnya dalam keseharianya.   Mereka tak mengalami proses pembelajaran sebagai seekor singa sejati.  Alhasil kemenangan dan julukan ‘raja hutan’ tak pantas diberikan kepada singa-singa semacam ini.

Lantas bagaimana dengan kita sebagai manusia?

Kalau kita sebagai manusia ingin menjadi seorang pemenang.    Teruslah belajar dalam kehidupan yang singkat ini, menjadi seorang pembelajar mandiri sepanjang hayat.   Pembelajar yang hidup tanpa ketergantungan dengan orang lain, pembelajar yang terus belajar sepanjang hidupnya.   Tentunya pembelajar seperti ini hanya bisa timbul dikarenakan minat baca yang tinggi di awal kehidupannya. Minat yang nantinya akan melahirkan generasi muda mandiri yang terus mencintai proses pembelajarannya.(Bima)

Kalau singa aja bisa? Kenapa kita nggak?