119 Views

Yuk, Kita Ajarkan Anak Berbagi

Seorang anak yang baik dapat dilihat dari cara ia memberikan sesuatu kepada sesamanya, baik kepada teman, orangtua, guru, dan lain-lain. Namun tidak semua anak berbagi, contohnya ketika sedang bermain ayunan, anak tidak mau bergantian dengan teman-temannya, tidak mau saling berbagi makanan teman-temannya di sekolah. Ternyata hal ini akan menjadi kendala bagi kehidupan sosial anak.

anak berbagi
[www.cosmomom.net]
Berbagi memiliki banyak manfaat, anak akan lebih mudah dalam mendapatkan teman, apalagi untuk anak yang pandai berkomunikasi akan lebih mudah untuk saling berbagi. Sebagai orang tua pasti merasa senang saat anak menceritakan teman barunya, bermain bersama, belajar bersama dan berbagi bersama.

Anak pada usia dibawah enam tahun belum memahami cara berempati, mereka berbagi hanya karena kita mengondisikan anak untuk melakukannya. Mereka peduli hanya mengenai benda-benda miliknya dan dirinya sendiri, namun belum berpikir tentang apa yang anak lain inginkan dan rasakan.

Belajar berbagi sangat baik diterapkan sejak usia dini, perkembangan untuk saling berbagi akan menjadikan rasa syukur pada kehidupan ini akan semakin terasa. Nah, kalau begitu sudah saatnya kita didik anak agar memiliki sifat yang baik, yakni menjadi manusia yang suka berbagi, karena untuk berbagi tidak harus menunggu tua bukan?

Lantas bagaimana cara kita mengajarkan anak agar suka berbagi kepada sesama?
Jadilah Panutan untuk Anak
Sebelum kita ajarkan anak berbagi, kitalah yang terlebih dahulu harus berbagi. Pertama kita tawarkan pertolongan saat anak merasa kesulitan melakukan suatu hal, jadi berbagi itu terlihat oleh anak, mereka akan berpikir betapa menjadi mudah saat kita membantunya, anak akan merasakan manfaat dari berbagi itu sendiri.

Anak akan memberi ketika ia diberi, dalam penelitian anak yang diajarkan berbagi sejak dini cenderung akan menjadi anak-anak yang suka berbagi ditahun-tahun mendatang. Ini karena anak telah menerima kemurahan hati orangtuanya dan mengikuti serta mengembangkan sikap berbagi kepada oranglain.

Mulai dengan berbagi hal-hal yang kecil
Ketika di rumah jika anak memiliki saudara atau sepupu bisa diajarkan nilai-nilai berbagi dengan saudaranya, bisa mengenai saling pinjam pensil, hapusan, atau makanan. Misalnya anak memiliki makanan kesukaan yang sulit untuk dibagi, kita sebagai orangtua bisa bilang, “Nak, kasih kakak juga ya… nanti ibu buatkan makanan lagi…”

Hal ini penting diajarkan orangtua agar anak tidak bersikap egois dan mau menang sendiri, seringkali anak yang lebih kecil juga menirukan apa yang dilakukan kakaknya, terutama dalam hal mainan. Anak yang lebih kecil terkadang ingin memainkan mainan yang sama dengan kakak mereka, tidak jarang sang adik ingin mengambil mainan si kakak dan sebaliknya kakak tidak mau memberikan mainannya.

Sebagai orangtua kita harus memberikan pengertian kepada anak bahwa sang kakak harus mau berbagi dan melindungi adik dan juga sang adik harus hormat kepada kakak. Adik harus meminta izin terlebih dahulu jika ia ingin meminjam mainan kakak. Mengajarkan anak untuk berbagi lebih efektif di lingkungan keluarga dan dimulai dari hal-hal yang mudah terlebih dahulu.

Mengajarkan Anak Menjadi Makhluk Sosial
Orangtua mengajarkan kepada anak bahwa manusia itu makhluk sosial, artinya tidak akan bisa hidup sendiri dan butuh oranglain di sekitarnya. Kita bisa mengajak anak ke panti sosial, seperti panti jompo atau panti asuhan, disana anak akan melihat bahwa masih ada anak yang tidak seberuntung dirinya. Anak bisa belajar untuk saling berbagi kepada sesama.

Anak bisa mengembangkan sikap empatinya dengan datang langsung, melihat dan mendengar sehingga nantinya anak akan merasakan apa yang dirasakan orang lain. Saat mulai tumbuh sikap empatinya, anak akan senang membantu tanpa pamrih. Hanya saja sifat seperti ini memang sudah semestinya ditumbuhkan sejak anak usia dini.

Nah apabila kita sudah paham apa saja manfaat dari berbagi, sebagai orangtua bisa kita terapkan di rumah, di lingkungan atau di sekolah. Bahwa berbagi itu akan membentuk karakter anak menjadi lebih baik sampai anak dewasa. (ern)