94 Views

Yuk! Mendongeng dengan Menyenangkan

dMendengarkan dongeng adalah aktivitas yang disukai oleh anak-anak sejak jaman dahulu. Ketika kita berdongeng, anak seperti diajak berfantasi menuju alam imajinasi sambil meraup berjuta pengalaman baru. Aktivitas dongeng dipercaya memiliki banyak manfaat bagi anak usia dini, yaitu untuk menambah wawasan, pengetahuan, belajar akhlak dan budi pekerti serta meningkatkan kemampuan berbahasa anak. Selain itu dengan media dongeng juga dapat menjadi stimulan untuk membangkitkan minat baca pada anak.

Membentuk minat baca bukanlah semudah kita membalikkan telapak tangan. Perlu proses, ketelatenan dan waktu untuk membangkitkan motivasi intrinsik bagi anak. Anak yang terbiasa kita dongengkan sejak usia dini sama halnya dengan menjodohkan anak dengan buku karena anak mulai berlatih untuk dekat dan mencintai buku. Image buku biasanya identik dengan hal yang membosankan dan tidak menarik. Anak lebih tertarik untuk bermain game atau menonton televisi. Tetapi dengan membiasakan anak mendengarkan dongeng akan menimbulkan rasa ingin tahu dan ketertarikan mereka tentang isi buku tersebut. Minat baca semakin berkembang bila temanya disukai anak dan dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Dengan demikian perlahan akan timbul motivasi intrinsik, dimana anak akan senang membaca buku atas kemauannya sendiri dan paham bahwa membaca merupakan suatu kebutuhan bagi mereka karena dapat menambah wawasan dan pengetahuan yang lebih luas.

Agar anak tidak merasa bosan dengan dongeng yang kita berikan, kita perlu belajar tehnik-tehnik dasar mendongeng. Menurut pakar anak, pencipta lagu dan story teller, kak Zepe, Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah:

1.    Memilih cerita

Usahakanlah untuk memilih cerita yang berkualitas. Saat ini banyak sekali terbit buku-buku cerita yang menarik. Untuk mendapatkan referensi yang terbaik, kita bisa mencari judul-judul cerita dari internet. Gunakan fasilitas google dan yahoo search engine agar kita bisa mendapatkan banyak sekali judul-judul dongeng dan synopsis dongeng dari para penulis dongeng yang sudah terkenal. Untuk anak-anak, usahakan mencari buku yang tidak terlalu tebal, banyak gambar, gambarnya lucu, berwarna, dan memiliki pesan moral. Hal ini sangat penting agar anak tidak merasa bosan dengan cerita dan menarik minat mereka untuk lebih bersemangat mendengarkan dongeng yang akan kita utarakan. Cerita yang baik adalah cerita yang mengandung unsur pendidikan, kedamaian, cinta kasih, kelembutan, dan kebaikan. Hindari cerita yang mengandung unsur perang-perangan, kekerasan, balas dendam, sihir, dan lain-lain. Unsur-unsur negatif yang ada di dalam cerita dipercaya bisa meracuni imajinasi positif seorang anak.

2.   Menguasai cerita

Cara terbaik menguasai sebuah cerita bukanlah menghafalkannya, melainkan memahami seluruh isi cerita. Biasanya dibutuhkan membaca berkali-kali agar kita bisa menguasai cerita itu sepenuhnya. Bila perlu, kita juga boleh memodifikasi cerita agar lebih menarik. Selain itu, modifikasi cerita juga sangat penting untuk menghindari kata-kata yang belum layak di dengar oleh anak-anak.

d23.   Penokohan

Mempelajari penokohan dalam suatu cerita juga sangat penting. Biasanya, semakin sedikit tokoh yang ada di dalam suatu cerita anak, maka cerita itu akan semakin mudah dan menarik untuk didongengkan bagi anak-anak. Hal ini juga memudahkan kita dalam mempelajari tokoh-tokoh yang ada di dalam sebuah cerita. Semakin kita memahami karakter yang ada di dalam sebuah cerita, maka kita akan semakin mudah mengekpresikan dan membuat variasi suara dan tingkah lakunya. Jangan lupa menggunakan ekspresi, gaya, dan suara yang lucu agar terlihat menarik.

4.   Alur

Hal terpenting yang dipelajari dalam sebuah alur cerita adalah pembukaan (biasanya berupa masalah), isi (biasanya berupa konflik), penutup (biasanya berisi bagaimana konflik tersebut terselesaikan), dan kesimpulan (pesan moral). Hal ini juga berhubungan dengan penguasaan tokoh dan isi cerita. Setelah menguasai penokohan dan isi cerita, cobalah membuat alur cerita dalam sebuat kertas, sehingga bisa mempermudah anda dalam mengimprovisasi sebuah cerita.

5.  Suasana

d3Suasana terbaik bagi anak untuk bisa menerima atau mendengarkan dongeng adalah suasana yang santai, tidak tegang dan tidak formal. Agar manfaat mendongeng menjadi efektif kita juga perlu memperhatikan waktu yang tepat yaitu sebelum anak-anak tidur. Disaat anak mengantuk dan mendengarkan pesan moral yang baik maka akan lebih mudah terserap ke bawah alam sadar mereka sehingga anak akan mengingatnya terus dan mau melakukannya. Moment ini misalnya dapat dimanfaatkan untuk mengubah karakter anak yang kurang baik, anak yang biasanya sulit makan atau cengeng. Berdongenglah dengan tema cerita yang berkaitan dengan masalah si anak menjelang mereka tidur dan bisikan ke bawah alam sadarnya, maka anak itu lambat laun perilakunya akan berubah, tidak cengeng dan mau makan dengan lahap.

6.  Kontak Mata dan fisik

Kontak mata sangat penting untuk “mencuri perhatian”anak. Bila mata kita tidak terfokus pada mata si anak, maka ada kemungkinan mata mereka kemana-mana dan kehilangan konsentrasi untuk mendengarkan cerita yang kita bawakan. Kontak fisik juga sangat penting agar saat konsentrasi si anak mulai memudar, kita bisa mengekspresikan cerita yang kita bawakan kepada mereka. Bila perlu kita bisa memodifikasi cerita agar kita bisa melakukan kontak fisik dengan si kecil, misalnya pada bagian cerita dimana seorang bunda iba melihat anak kecil dan memperagakan cerita tersebut dengan kontak fisik dan kontak mata ke salah satu anak, dengan berkata ”Bunda merasa iba melihat anak yang malang itu, maka Bundapun membelai kepala sang anak, mengusap pipinya dan berkata….”Nak… Dimana rumahmu?” Kontak fisik dan mata juga bermanfaat untuk menambah kedekatan dengan anak.

7.  Penggunaan Media Gambar

Penggunaan media ini bisa dengan gambar yang sudah ada di dalam buku cerita. Namun sebagai pelengkap, jangan lupa mempersiapkan kertas gambar dan pensil. Siapa tahu anak belum tahu beberapa benda yang kita ungkapkan dan kita bisa menggambarkannya untuk mereka.

8.  Iringan Musik

Iringan music sangat penting untuk membawa suasan menjadi tenang dan damai, sehingga anak-anakpun menjadi siap untuk mendengarkan cerita. Pilihlah musik-musik instrumental khusus untuk anak-anak, atau musik-musik klasik. Suara musik jangan terlalu keras, supaya anak bisa lebih berkonsentrasi mendengarkan cerita daripada mendengarkan musik.

9.  Media Boneka

d41
Sumber : http://polaflanel.weebly.com/boneka-jari.html

Boneka tidak hanya sarana bermain, tapi juga bisa menjadi sarana atau media mendongeng yang menarik. Agar cerita yang dibawakan bisa lebih menarik dan lebih nyata, kita bisa menggunakan media boneka pada saat mendongeng. Kita bisa menggunakan boneka yang sesuai dengan tokoh cerita. Boneka pada cerita anak-anak yang wajib kita miliki sebagai sarana mendongeng anak-anak adalah boneka ayah, ibu, anak laki-laki, dan anak perempuan. Untuk tokoh-tokoh lainnya, bisa kita miliki sebagai tokoh tambahan.(Bunda Ranis)

Referensi :

http://lagu2anak.blogspot.com

http://datapendongeng.blogspot.com/2008/07/kak-andi-andi-yudha-isfandiyar.html